‘Forever Young’, Lagu Indah dari Ketakutan

  • 26 Agt 2026 08:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Lagu ‘Forever Young’ dari Alphaville selama ini kerap dianggap sebagai anthem tentang keindahan masa muda dan keinginan untuk tetap muda selamanya. Namun di balik melodi dan liriknya yang terdengar romantis, lagu tersebut ternyata lahir dari kecemasan generasi muda Jerman di tengah ancaman Perang Dingin.

Mengutip akun Instagram @lajurmusic, vokalis sekaligus penulis lagu, Marian Gold, menciptakan ‘Forever Young’ ketika berada di Berlin Barat pada era ketegangan nuklir. Saat itu, bayang-bayang perang dan kemungkinan serangan bom atom menjadi bagian dari paranoia masyarakat yang merasa kehidupan bisa berakhir kapan saja.

Kecemasan tersebut kemudian dituangkan ke dalam lirik yang jauh dari sekadar perayaan masa muda. Pertanyaan seperti ‘Are you going to drop the bomb or not?’ menggambarkan ketidakpastian, sementara ‘Let us die young or let us live forever’ menjadi refleksi ketakutan akan kematian sebelum seseorang sempat menjalani hidup sepenuhnya.

Dengan demikian, makna ‘Forever Young’ ternyata memiliki sisi yang lebih gelap daripada yang selama ini dibayangkan. Keinginan untuk menjadi muda selamanya bukan semata-mata tentang keabadian, melainkan ketakutan sebuah generasi untuk mati muda akibat ancaman perang nuklir.

Menariknya, lagu tersebut juga memiliki hubungan unik dengan perjalanan awal grup Alphaville. Sebelum dikenal sebagai Alphaville, Marian Gold dan rekan-rekannya justru menggunakan nama Forever Young sebagai identitas grup musik mereka.

Ketika lagu ‘Forever Young’ selesai ditulis, mereka menyadari bahwa menjadikan nama band dan lagu utama dengan nama yang sama terasa kurang ideal. Akhirnya, nama grup tersebut diubah menjadi Alphaville, yang diambil dari judul film fiksi ilmiah klasik karya sutradara Prancis, Jean-Luc Godard.

Ironisnya, meskipun ‘Forever Young’ kemudian menjadi hit global dan mendominasi berbagai tangga lagu, Alphaville sempat enggan tampil secara langsung. Mereka bahkan menggambarkan diri sebagai studio rats, karena merasa lebih nyaman berkarya di dalam studio dibandingkan harus berdiri di atas panggung besar.

Keengganan tersebut membuat perjalanan Alphaville semakin menarik untuk disimak. Popularitas mereka justru tumbuh sangat besar melalui sebuah lagu yang diciptakan oleh musisi yang pada awalnya merasa belum memiliki kepercayaan diri untuk berhadapan langsung dengan ribuan penonton.

Kini, ‘Forever Young’ tetap menjadi salah satu lagu yang mampu melampaui batas generasi. Di balik keindahan melodinya, tersimpan potret ketakutan sebuah zaman yang berhasil diubah menjadi karya musik abadi.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....