Memahami Perbedaan Helm Sepeda dan Helm Motor Jangan Sampai Salah Menggunakannya

  • 21 Jul 2026 11:53 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Helm sepeda dan helm motor memiliki desain berbeda yang disesuaikan dengan risiko kecelakaan dan kecepatan kendaraan masing-masing.
  • Helm motor dirancang untuk menahan benturan berenergi tinggi dan harus memenuhi standar keselamatan internasional seperti DOT FMVSS No. 218.
  • Helm sepeda memiliki bobot lebih ringan dan ventilasi lebih banyak untuk memberikan kenyamanan maksimal pada kecepatan rendah.

RRI.CO.ID, Surakarta - Helm merupakan perlengkapan keselamatan yang wajib digunakan saat berkendara, baik ketika mengendarai sepeda maupun sepeda motor. Meski sekilas memiliki fungsi yang sama, yakni melindungi kepala dari benturan, helm sepeda dan helm motor dirancang dengan karakteristik yang berbeda sesuai risiko kecelakaan dan kecepatan kendaraan yang digunakan.

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), helm motor dibuat untuk menahan benturan berenergi tinggi yang umum terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan harus memenuhi standar keselamatan seperti DOT FMVSS No. 218. Sementara itu, helm sepeda dirancang untuk melindungi pengendara dari benturan pada kecepatan yang lebih rendah, dengan bobot lebih ringan dan ventilasi yang lebih banyak agar nyaman digunakan saat mengayuh.

Perbedaan paling mencolok terletak pada konstruksi dan material. Helm motor memiliki cangkang luar yang lebih tebal, lapisan peredam benturan yang lebih padat, serta umumnya dilengkapi pelindung dagu dan visor untuk melindungi wajah dari benturan, angin, maupun serpihan di jalan. Sebaliknya, helm sepeda mengutamakan bobot ringan dengan banyak lubang ventilasi agar sirkulasi udara tetap optimal selama aktivitas fisik.

Dari sisi berat, helm motor umumnya memiliki bobot sekitar 1,2 hingga 1,8 kilogram, sedangkan helm sepeda rata-rata hanya berbobot sekitar 200 hingga 400 gram. Perbedaan ini bertujuan agar pesepeda tidak cepat mengalami kelelahan pada leher saat berkendara dalam waktu lama, sementara pengendara motor membutuhkan perlindungan ekstra terhadap benturan berkecepatan tinggi.

Perbedaan lainnya terdapat pada standar keselamatan. Helm motor harus lolos pengujian ketat yang mengukur kemampuan menyerap benturan besar, kekuatan tali pengikat, hingga ketahanan penetrasi. Helm sepeda juga memiliki standar keselamatan tersendiri, tetapi pengujiannya disesuaikan dengan karakteristik kecelakaan sepeda yang umumnya terjadi pada kecepatan lebih rendah.

Para ahli keselamatan mengingatkan bahwa helm sepeda tidak boleh digunakan untuk mengendarai sepeda motor, begitu pula sebaliknya. Helm yang digunakan di luar peruntukannya berpotensi tidak memberikan perlindungan optimal karena setiap jenis helm dirancang untuk menghadapi jenis benturan yang berbeda.

Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih helm sesuai jenis kendaraan yang digunakan. Menggunakan helm yang tepat bukan hanya memenuhi aturan keselamatan, tetapi juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko cedera kepala apabila terjadi kecelakaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....