Terjemah Lirik "Ngamen 2" Ajeng Febria, Eny Sagita
- 06 Jun 2026 01:30 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu 'Ngamen 2' dibawakan oleh Ajeng Febria melalui Music Interactive. Lirik lagu ini diciptakan oleh Eny Sagita dan Eko Ompong dengan nuansa dangdut jaranan khas Jawa Timur.
Video musik live 'Ngamen 2' dipublikasikan pada 12 Mei 2026 di kanal Music Interactive. Hingga Jumat, 5 Juni 2026, video tersebut telah meraih lebih dari 542.475 tayangan dan belum tercatat masuk daftar trending YouTube Indonesia.
Secara arti terjemah, lirik lagu ini menceritakan perjuangan hidup seseorang di perantauan. Lagu ini juga berisi nasihat mengenai kemiskinan, kematian, kehidupan akhirat, dan pentingnya memilih pasangan berdasarkan karakter.
Bagian lirik yang paling sesuai dengan judul lagu menggambarkan kehidupan sederhana dan kerja keras. Pesan itu terlihat pada ajakan hidup di desa serta bekerja bersama tanpa mengandalkan harta.
Lagu ini merupakan karya populer Eny Sagita yang sebelumnya dikenal luas di kalangan penggemar dangdut jandut. Aransemen versi Ajeng Febria digarap oleh Music Interactive dengan dukungan sejumlah musisi pengiring.
Berikut lirik dan terjemah bahasa Indonesia "Ngamen 2 - Ajeng Febria, Eny Sagita"
Mak iki anakmu prawan
(Emak, ini anakmu yang masih gadis)
Wiwit mbiyen ono ing perantauan
(Sejak dulu berada di perantauan)
Iling ngiwangi neng kantin sekolahan
(Dulu membantu bekerja di kantin sekolah)
Telung sasi mak aku urung bayaran
(Tiga bulan, Mak, aku belum menerima bayaran)
Mak dongamu mandhi tenan diijabahi marang gusti pengeran
(Mak, doamu semoga benar-benar dikabulkan oleh Tuhan)
Koyok ngene rasane wong ora duwe
(Begini rasanya menjadi orang yang tidak punya)
Duwe pisan di ece karo kancane
(Sekali punya malah diejek teman-temannya)
Iling-iling manungso bakale mati
(Ingatlah manusia pasti akan mati)
Yen wes mati di kubur sanak family
(Kalau sudah meninggal akan dikubur keluarga)
Di pendem jero di apit bumi
(Dikubur dalam lalu dihimpit bumi)
Ono kubur iku akeh pandoso
(Di dalam kubur banyak siksaan)
Ulo klabang kolojengking podo moro
(Ular, kelabang, dan kalajengking berdatangan)
Ono setan membo-membo dadi perawan
(Ada setan menyerupai perempuan cantik)
Benno krasan yen ono kuburan
(Agar tidak betah berada di kuburan)
Neng akhirat ora ono montor liwat
(Di akhirat tidak ada kendaraan berlalu)
Neng akhirat ora ono sego berkat
(Di akhirat tidak ada nasi berkat)
Neng akhirat ora ono mejo biliard
(Di akhirat tidak ada meja biliar)
Onone godo ne moloikat
(Yang ada hanyalah pertanyaan malaikat)
Sak sugih, sugih e uwong mesti ono mlarate
(Sekaya apa pun seseorang pasti pernah susah)
Sak mlarat, mlarat e uwong mesti ono celenganne
(Semiskin apa pun seseorang pasti memiliki simpanan)
Mangkane golek bojo ojo mandeng rupo
(Maka carilah pasangan jangan melihat rupa)
Rupo elek kuwi yow ora dadi ngopo
(Wajah kurang menarik bukanlah masalah)
Mangkane golek bojo ojo mandeng bondo
(Maka carilah pasangan jangan melihat harta)
Seng pentingg, ora ngenteni warisan moro tuwo
(Yang penting tidak menunggu warisan orang tua)
Kowe pancen keren le, koyok bekas pacarku mbiyen,
(Kamu memang keren, seperti mantan pacarku dulu)
Eman, eman tenan, kerenmu mung kanggo obralan
(Sayang sekali, kerenmu hanya untuk pamer)
Obral, obral janji le urung mesti uripmu mulyo
(Obral janji belum tentu membuat hidupmu mulia)
Mulo aku wes kondo, melu aku urip nang deso
(Maka sudah kubilang, ikutlah hidup bersamaku di desa)
Ngiwangi gawe boto, menek kelopo nyeblok loro
(Membantu membuat batu bata, memanjat kelapa lalu jatuh berdua)
(Roy Nur Rohim - Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....