Terjemah Lirik Lagu "Rujak Uleg" Niken Salindry hingga Ajeng Febria
- 31 Mei 2026 11:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Rujag Uleg' dibawakan oleh penyanyi muda Niken Salindry. Lirik lagu ini awalnya diciptakan oleh komposer Budi dan pernah dipopulerkan oleh Waldjinah, legenda keroncong Jawa. Kini Niken menghadirkan versi campursari dengan aransemen segar.
Video musik resmi 'Rujag Uleg' dipublikasikan di kanal YouTube Kembar Music Digital pada Kamis, 28 Mei 2026. Hingga Minggu, 31 Mei 2026, video tersebut telah ditonton sebanyak 39.064 kali. Lagu ini masuk jajaran trending musik Jawa di platform digital dengan dukungan ribuan penggemar.
Secara arti terjemah, lirik 'Rujag Uleg' menggambarkan kehidupan sosial masyarakat Jawa. Pesan lagu ini berisi sindiran ringan tentang kondisi ekonomi, rumah tangga, dan kebiasaan sehari-hari. Dengan bahasa Jawa yang sederhana, makna lagu terasa dekat dengan realitas masyarakat.
Lirik lagu ini berupa pantun bahasa jawa (parikan), menghadirkan nuansa riang seperti sajian kuliner tradisional. 'RujakUleg' menjadi simbol kehidupan yang penuh warna, kadang getir, kadang lucu, namun tetap dinikmati bersama.
Informasi lain menyebutkan bahwa versi asli lagu ini pernah dibawakan Waldjinah dengan gaya langgam Jawa. Niken Salindry menghadirkan interpretasi baru tanpa menghilangkan esensi riang dari karya ciptaan Budi tersebut. Penyanyi Ajeng Febria juga turut membuat versi Dangdut Koplo Terbaru bersama OM NIRWANA COMEBACK
Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia 'Rujag Uleg' - Niken Salindry
Rujak uleg kroso sepet kakean cengkir
(Rujak uleg terasa sepet karena terlalu banyak kelapa muda)
Atine judeg dhadhane sesek kakean mikir
(Hatinya bingung, dadanya sesak karena terlalu banyak pikiran)
Ngalam ndonyo warno warno kahanane, jarene
(Dunia penuh warna dengan berbagai keadaan, katanya)
Mbiyen kondho nalikane perang gedhe
(Dulu cerita saat terjadi perang besar)
Bondho nyowo dilabohke negarane, jarene
(Harta dan nyawa dikorbankan demi negara, katanya)
Mugo mugo gek enggalo bubar wae
(Semoga cepat segera berakhir saja)
Rujak timun delek delek terus ngalamun
(Rujak timun dimakan pelan sambil terus melamun)
Jarene gumun blanjane cupet nggo tuku sabun
(Katanya heran, belanja sedikit hanya untuk membeli sabun)
Ngalam ndonyo warno warno kahanane, jarene
(Dunia penuh warna dengan berbagai keadaan, katanya)
Mbiyen opo saikine katon piye
(Dulu dan sekarang terlihat bagaimana keadaannya)
Ati murko nggolek kono ngebut kene, jarene
(Hati marah mencari ke sana, ngebut ke sini, katanya)
Tiwas diongso jebul ra ono mareme
(Sudah berusaha ternyata tidak ada hasil yang memuaskan)
Kopi susu ilang kopine kari gelase
(Kopi susu hilang kopinya tinggal gelasnya)
Awake kuru pacare mlayu entek duite
(Badannya kurus, pacarnya pergi, uangnya habis)
Ngalam ndonyo warno warno kahanane, jarene
(Dunia penuh warna dengan berbagai keadaan, katanya)
Ra digagas papan omah kari pagere
(Rumah tidak dipikirkan, tinggal pagar saja)
Bondho bablas anak bojo ra dipikir butuhe
(Harta habis, anak dan istri tidak dipikirkan kebutuhannya)
Yen ra mawas malah bubrah rumah tanggane
(Jika tidak mawas diri, rumah tangga bisa hancur)
Kopi susu ilang kopine kari gelase
(Kopi susu hilang kopinya tinggal gelasnya)
Awake kuru pacare mlayu entek duite
(Badannya kurus, pacarnya pergi, uangnya habis)
Ngalam ndonyo warno warno kahanane, jarene
(Dunia penuh warna dengan berbagai keadaan, katanya)
Ra digagas papan omah kari pagere
(Rumah tidak dipikirkan, tinggal pagar saja)
Bondho bablas anak bojo ra dipikir butuhe
(Harta habis, anak dan istri tidak dipikirkan kebutuhannya)
Yen ra mawas malah bubrah rumah tanggane
(Jika tidak mawas diri, rumah tangga bisa hancur)
Yen ra mawas malah bubrah rumah tanggane
(Jika tidak mawas diri, rumah tangga bisa hancur)
(Roy Nur Rohim - Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....