Lirik Lagu "Kosong" (Paman Dari Mana?) Natasya Elvira

  • 17 Mei 2026 12:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lagu berjudul 'Kosong' kembali dipopulerkan oleh Societeit De Harmonie bersama Natasya Elvira. Liriknya ditulis oleh Pradhana Setya Kusuma sebagai bagian dari tur Sowan Jogja Day 3, menghadirkan nuansa jazz dengan sentuhan vokal komikal yang unik. Kolaborasi ini memberi warna baru dalam perjalanan musik mereka.

Video penampilan 'Kosong' dipublikasikan di kanal YouTube Societeit De Harmonie pada 7 Mei 2026. Hingga minggu, 17 Mei 2026, tayangan tersebut telah ditonton lebih dari 712.220 kali. Lagu ini masuk dalam daftar trending musik dan menempati posisi ke-22, menandakan antusiasme besar dari penikmat musik.

Secara arti terjemah, lirik 'Kosong' berbicara tentang perjalanan mimpi dan kenyataan hidup. Ada harapan untuk menjadi kaya, lalu beralih pada kesederhanaan berkarya, serta refleksi atas mimpi yang kadang berbenturan dengan pahitnya realita. Makna ini membuat lagu terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lirik paling sesuai dengan judul menggambarkan kondisi "kosong" sebagai simbol ruang hampa antara harapan dan kenyataan. Kata tersebut menjadi inti pesan yang ingin disampaikan, yakni bagaimana manusia menghadapi kekosongan dalam perjalanan hidup.

Informasi lain menyebutkan bahwa lagu ini merupakan adaptasi dari karya anak-anak populer berjudul 'Pamanku Datang' ciptaan A.T. Mahmud. Versi awalnya dinyanyikan oleh Diana Martini pada era 1970-an, dengan lirik sederhana tentang paman yang datang membawa buah tangan.

Berikut lirik dan terjemah bahasa indonesia "Kosong - Societeit De Harmonie ft Natasya Elvira"

Paman dari mana? Dari ibu kota

Paman bawa apa? Bawa cita-cita

Cita-cita apa? Jadi orang kaya

Kenapa ke desa? Taman gagal kaya

Debu dan suara menderu-deru

Ingatkan aku padamu

Pahitan lagi cemari mimpi

Nikmati kosong dan memulai kembali

Paman sedang apa? susun cita-cita

Cita-cita apa? jadi orang biasa.

Biasa gimana? Biasa berkarya

Kenapa ke desa? Sesak benar di kota

Debu dan suara menderu-deru

Ingatkan aku padamu

Pahitan lagi cemari mimpi

Nikmati kosong dan memulai kembali

(musik)

Debu dan suara menderu-deru

Ingatkan aku padamu

Pahitan lagi cemari mimpi

Nikmati kosong dan memulai kembali

Nikmati kosong dan memulai kembaliii

Nikmati kosong dan memulai kembali

Trotot..

(Roy Nur Rohim - Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....