Sosok di Balik Topeng Gorillaz

  • 26 Apr 2026 23:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Nama Damon Albarn sudah lama dikenal sebagai sosok penting di dunia musik Britpop. Bersama bandnya Blur, ia meraih status superstar dengan karya-karya ikonik.

Namun di puncak popularitasnya, Albarn justru memilih jalur berbeda. Ia ingin keluar dari bayang-bayang ketenaran dan mencari cara baru agar musik lebih dihargai daripada sosoknya.

Mengutip akun Instagram @checksound.nex, dari obrolan santai bersama Jamie Hewlett, lahirlah ide yang tak biasa. Keduanya kemudian menciptakan proyek musik virtual bernama Gorillaz.

Gorillaz hadir bukan sebagai band konvensional, melainkan grup kartun dengan karakter fiksi. Sosok seperti 2-D, Murdoc Niccals, Noodle, dan Russel Hobbs menjadi wajah utama di balik musik mereka.

Tanpa menampilkan identitas asli para personel, Gorillaz justru mencuri perhatian dunia. Musik mereka melintasi berbagai genre, dari hip-hop, rock, elektronik, hingga pop eksperimental.

Pendekatan ini menjadi gebrakan di industri musik saat itu. Gorillaz membuktikan bahwa identitas visual tidak harus bergantung pada figur nyata.

Kesuksesan mereka pun tidak main-main, dengan jutaan penjualan album dan penggemar global. Proyek yang awalnya dianggap eksperimen ini justru berkembang menjadi fenomena budaya.

Damon Albarn melalui Gorillaz menunjukkan bahwa alter ego bisa menjadi ruang kebebasan berkarya. Ia membuktikan bahwa musik bisa berdiri kuat tanpa harus bergantung pada popularitas personal.

Kisah ini relevan hingga kini, di tengah era digital yang sering menonjolkan sensasi. Gorillaz menjadi contoh bahwa kreativitas dan konsep kuat tetap menjadi kunci utama.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....