Deretan Olahraga Paling Melelahkan di Dunia
- 27 Feb 2026 20:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Setiap cabang olahraga menuntut kekuatan fisik dan mental yang berbeda. Namun, sejumlah penelitian dan analisis ilmiah mencoba mengukur tingkat kelelahan berdasarkan konsumsi oksigen (VO2 max), daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, hingga durasi pertandingan. Dari berbagai parameter tersebut, beberapa olahraga kerap disebut sebagai yang paling melelahkan di dunia.
Salah satu yang sering menempati peringkat atas adalah tinju. Dalam laporan analisis performa atlet yang dirilis ESPN, tinju dinilai sebagai olahraga dengan kombinasi tuntutan stamina, kekuatan, kecepatan, dan ketahanan mental yang sangat tinggi. Petinju harus aktif bergerak, menyerang, dan bertahan selama ronde berlangsung, dengan jeda istirahat yang sangat singkat.
| Baca juga: Mengenal Lebih dalam Trofi Piala Dunia |
Selain tinju, balap sepeda jarak jauh seperti Tour de France juga dikenal sangat menguras tenaga. Ajang ini menempuh jarak lebih dari 3.000 kilometer dalam waktu sekitar tiga pekan, melintasi berbagai medan berat termasuk pegunungan. Atlet dituntut memiliki kapasitas paru-paru dan daya tahan otot luar biasa untuk bertahan hingga garis akhir.
Maraton pun termasuk dalam daftar olahraga paling melelahkan. Lomba lari sejauh 42,195 kilometer ini menguji ketahanan fisik dan mental pelari. Menurut World Athletics, pelari elite maraton membutuhkan efisiensi energi dan strategi distribusi tenaga yang presisi agar mampu menjaga kecepatan hingga akhir lomba.
Cabang olahraga gulat juga tak kalah berat. Atlet harus mengerahkan hampir seluruh kelompok otot tubuh dalam waktu singkat dengan intensitas tinggi. Kombinasi kekuatan, teknik, dan stamina membuat gulat menjadi salah satu olahraga dengan beban fisik terbesar dalam durasi pertandingan yang relatif singkat.
Secara ilmiah, tingkat kelelahan dalam olahraga sangat dipengaruhi oleh intensitas, durasi, serta kebutuhan energi aerobik dan anaerobik. Olahraga yang memadukan keduanya—seperti tinju atau balap sepeda—cenderung memberikan beban fisiologis lebih besar pada jantung, paru-paru, dan otot.
Meski demikian, penilaian “paling melelahkan” tetap relatif tergantung parameter yang digunakan. Setiap cabang memiliki tantangan unik. Yang jelas, olahraga tingkat elite menuntut persiapan fisik dan mental luar biasa agar atlet mampu tampil maksimal sekaligus meminimalkan risiko cedera. (Rizal Fahlevi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....