Tren Kaos Raglan yang Terus Digemari Dunia Fashion

  • 25 Feb 2026 12:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kaos raglan menjadi salah satu item fashion yang populer di kalangan penggemar gaya kasual. Mengusung desain khas lengan yang menyambung langsung ke kerah dengan jahitan diagonal, kaos ini memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya menjadi tren global di dunia pakaian santai.

Melansir dari laman Shun Vogue, awal mula kaos raglan sendiri berakar dari desain raglan sleeve, sebuah gaya lengan busana yang dikembangkan pada awal abad ke-19. Nama “raglan” diambil dari nama seorang tokoh militer Inggris, FitzRoy James Henry Somerset, 1st Baron Raglan, yang kehilangan lengannya dalam Pertempuran Waterloo tahun 1815. Untuk memudahkan mobilitas dan kenyamanan berpakaian setelah cedera, Penjahangannya menciptakan potongan lengan yang lebih fleksibel yang menyambung langsung ke bagian leher, bukan di bahu seperti pada desain konvensional.

Desain raglan ini kemudian menjadi sangat berpengaruh. Tidak hanya jadi solusi fungsional untuk Lord Raglan, gaya lengan ini juga diaplikasikan pada berbagai pakaian, termasuk jaket dan kemeja. Namun, fenomena raglan yang paling dikenal luas justru lewat kaos raglan dengan warna berbeda antara badan dan lengannya.

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, raglan sleeve mulai dipopulerkan dalam dunia olahraga, terutama baseball di Amerika. Para pemain baseball menggunakan kaos dengan gaya raglan karena menyediakan gerak lengan yang lebih leluasa, sangat membantu ketika mengayunkan bat atau melempar bola. Popularitas di arena olahraga ini kemudian menjadikan kaos raglan dikenal juga sebagai baseball tee.

Seiring berjalannya waktu, kaos raglan bertransformasi dari sebuah perlengkapan olahraga menjadi bagian dari fashion kasual sehari-hari. Di era modern ini, raglan sering dipakai oleh berbagai kelompok usia dan gaya—dari anak muda pemakai streetwear hingga desainer yang menggabungkannya dalam koleksi busana santai yang lebih modis.

Tampilan kaos raglan yang menarik sering kali memainkan kontras warna antara badan kaos dan lengannya. Tren ini mulai meningkat ketika gaya color-blocking menjadi populer di kalangan pecinta fashion, membuat raglan tampil lebih dinamis dan lebih “hidup” dibandingkan kaos polos biasa. Konsep dua warna ini kemudian menjadi identitas visual bagi raglan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tak hanya populer karena kenyamanannya, raglan juga mendapat tempat kuat dalam budaya pop masa kini. Bahkan di kalangan influencer dan dunia fashion kontemporer, raglan atau “baseball shirts” kembali mencuat sebagai tren retro yang digabung dengan gaya modern dalam berbagai outfit harian.

Dengan jejak sejarah panjang dari militer, olahraga, hingga fashion modern, kaos raglan menunjukkan bahwa sebuah desain fungsional pun bisa berevolusi menjadi ikon gaya yang bertahan lintas zaman dan budaya. (Rizal Fahlevi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....