Perbedaan Wayang Purwa Gagrak Surakarta dan Gagrak Yogyakarta
- 30 Mar 2025 10:11 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Wayang purwa merupakan pewayangan yang ceritanya diambil dari cerita kitab Ramayana dan kitab Mahabarata, dan wayangnya dibuat dari kulit atau lulang. Dalam kitab Ramayana, terdapat prinsip ajaran mengenai kebahagiaan hidup yang dilandasi oleh sebab wanita. Sedangkan dalam cerita Mahabarata, segala persoalan dilandasi oleh harta, tahta, dan kuasa.
Wayang purwa gagrak Surakarta dan gagrak Yogyakarta memiliki perbedaan, begitu pula dengan gagrak-gagrak lainnya. Dilansir dari buku Sastra Ringgit Purwa, berikut ini beberapa perbedaan wayang purwa gagrak tersebut:
Sumber Cerita
Sumber cerita gagrak Surakarta biasanya diambil dari serat Pustaka Raja Purwa, sedangkan gagrak Yogyakarta diambil dari serat Purwa Kandha.
Keprak
Keprak gagrak Surakarta berjumlah tiga atau empat besi yang dimainkan oleh jempol kaki dalang, dan berbunyi jreg-jreg-jreg. Sedangkan, keprak gagrak Yogyakarta terdiri dari satu besi yang dimainkan oleh alat cempala kecil yang dijepit di jempol dalang. Berbunyi cring-cring-cring atau thing-thing-thing.
Perang
Perang dalam wayang purwa gagrak Surakarta umumnya sangat lama. Sedangkan gagrak Yogyakarta perangnya hanya sebentar, lalu ada percakapan, dan dilanjutkan perang lagi.
Gara-Gara
Gara-gara pada gagrak Surakarta tidak selalu ada. Sedangkan dalam gagrak Yogyakarta, gara-gara selalu ada.
Watak Tokoh
Dalam gagrak Surakarta, tokoh Durna memiliki watak yang baik, dan Sengkuni memiliki watak yang buruk. Sedangkan dalam gagrak Yogyakarta, Durna memiliki watak yang buruk, dan Sengkuni memiliki watak yang baik.
Limbukan
Limbukan gagrak Surakarta tentu ada. Sedangkan gagrak Yogyakarta tidak ada. Tetapi, untuk saat ini limbukan ada dalam wayang purwa gagrak Yogyakarta.
Diatas merupakan beberapa perbedaan yang ada pada wayang purwa gagrak Surakarta dan gagrak Yogyakarta. Tentunya, masih banyak perbedaan yang ada terutama dalam segi sajian karawitan dan struktur pagelarannya. ( Dhea Ali Marsudi)
Sumber: Sulaksono, D. 2020. Sastra Ringgit Purwa. Surakarta: CV. Jagad Aksara
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....