Usung Tema SIGAP, SMPN 21 Solo Cetak Generasi Tangguh dengan Kemah Pramuka

  • 15 Mei 2026 11:11 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Kemah Besar Pramuka Sigap

RRI.CO.ID, Surakarta – Riuh tawa dan derap langkah ratusan siswa mewarnai Bumi Perkemahan Karya Bakti Praja Mukti, Jurug, akhir pekan lalu. Bukan sekadar berkemah biasa, para anggota Pramuka Penggalang dari SMP Negeri 21 Kota Surakarta ini tengah ditempa melalui momentum "Kemah Besar" yang berlangsung pada 8 hingga 9 Mei 2026.

Mengusung tema besar SIGAP (Sinergi Penggalang Peduli Alam dan Perubahan), kegiatan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang ekstrakurikuler Pramuka selama satu tahun ajaran. Sebanyak 200 siswa kelas 7, didampingi 15 guru pembimbing, terjun langsung ke alam untuk membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar teknik tali-temali, melainkan tentang kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Langkah awal kegiatan tidak dimulai di perkemahan, melainkan di tanah sunyi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti Surakarta. Di sana, para siswa diajak melakukan refleksi mendalam melalui ziarah.

Kepala SMPN 21 Surakarta, Wegang Sri Sulanjari, mengungkapkan bahwa ziarah ini adalah cara sekolah menanamkan konstruksi makna kedaulatan negara. Menurutnya, siswa perlu memahami bahwa kemerdekaan diraih dengan taruhan nyawa para pendahulu.

"Anak-anak dikuatkan kecintaannya terhadap bangsa. Dengan memahami heroisme tokoh seperti Slamet Riyadi, mereka belajar bahwa perjuangan masa kini harus diisi dengan sikap positif dan belajar keras sebagai bentuk karya nyata meneruskan perjuangan pahlawan," tutur Wegang di sela-sela kegiatan.

Memasuki hari kedua, semangat "Peduli Alam" dalam tema SIGAP diwujudkan melalui jelajah alam. Namun, jelajah ini bukan sekadar berjalan kaki. Para peserta menyusuri tepian Sungai Bengawan Solo yang sarat akan nilai sejarah.

Koordinator Pelaksana, Joko Untoro, menjelaskan bahwa rute ini dirancang untuk mengenalkan siswa pada cagar budaya lokal yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dari buku sejarah. Para siswa mengunjungi titik-titik bersejarah seperti Petilasan Raja Pertama Surakarta, pelabuhan kuno Solo, hingga monumen sejarah lainnya seperti Monumen Apem Sewu.

"Melalui jelajah ini, karakter kepemimpinan, kemandirian, dan cinta tanah air dibentuk secara langsung di lapangan," ujar Joko.

Di area perkemahan, kedisiplinan tetap menjadi menu utama. Di bawah terik matahari dan dinginnya malam, para siswa diuji melalui serangkaian Ujian Kecakapan Umum (UKU). Mulai dari ketangkasan sandi, morse, hingga seni mendirikan tenda yang kokoh.

Juno, salah satu anggota Dewan Galang, menceritakan betapa antusiasnya para peserta membuktikan kemampuan mereka. Bagi mereka, kemah ini adalah panggung pembuktian.

"Kegiatan ini untuk pembuktian kalau anggota Pramuka kelas 7 SMPN 21 benar-benar siap dan sigap dalam kondisi apa pun," kata Juno dengan penuh semangat.

Melalui kemah besar ini, SMPN 21 Surakarta menaruh harapan besar. Para siswa diharapkan pulang tidak hanya dengan seragam yang kotor oleh tanah perkemahan, tetapi dengan jiwa "SIGAP" yang siap diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai kader bangsa yang unggul. (Ita Wijayanti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....