Tangis Bahagia Guru Honorer Sragen, Terima Insentif Ratusan Ribu
- 13 Des 2025 21:15 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Hari Kamis 11 Desember 2025 menjadi momentum bahagia bagi 1.198 guru honorer di Kabupaten Sragen. Mereka mulai menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Sragen.
Tangis kebahagiaan guru TK dan PAUD non ASN di Sragen pecah ketika mereka akan mendapatkan bantuan insentif bulanan secara rutin mulai tahun 2026. Bantuan tersebut sangat berharga bagi para guru mengingat honor gaji guru TK dan PAUD non ASN selama ini jauh dari standar UMK Sragen.
Baca Juga; Hore! Guru Honorer Sragen Terima Insentif
Secara simbolis sejumlah guru menerima besaran insentif masing-masing yang diserahkan langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Penyerahan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen.
Isna Damayanti (49) adalah salah satu guru honorer TK Surya Alfirdaus satu dari lebih dari seribu guru yang menerima insentif. Dia adalah salah satu pendidik yang kurang beruntung, meskipun berkali-kali mencoba untuk mendapatkan status ASN tetapi selalu gagal.
"Sudah coba daftar berkali-kali tidak diterima. Entah itu SD, TK, belum. Belum rezekinya," ucap dia dengan nada sedikit sedih, saat dijumpai di Aula Disdikbud, Sragen Kamis sore.
Meski tidak mendapatkan status yang diidamkan, Isna terus bertahan menjadi guru honorer di tingkat pendidikan formal paling rendah. Ia mengaku sudah 7 tahun menjadi guru PAUD dan 8 tahun guru TK dengan status honorer.
Selama itu menjadi guru honorer, Isna mendapatkan bayaran disesuaikan dengan besaran SPP para siswa. Saat ini, ia hanya mendapatkan honor Rp. 400.000 sebulannya. "Ya betah gak betah karena saya senang lihat anak-anak gembira," ujar dia.
Insentif dari Pemkab ini diakui Isna begitu berharga. Karena insentif tersebut pastinya sangat membantu perekonomian para guru.
"Insentif baru dapat dua kali ini. Pertama itu 2010. Setahun dapat dua kali Rp. 500.000. Alhamdulillah kalau satu bulan sekali. Bisa tambah-tambah beli susu buat anak," ujarnya.
Bupati Sigit Pamungkas menyebut alokasi insentif untuk guru TK dan PAUD mencapai 1.198 mencapai Rp. 520 juta. Namun demikian Pemkab berkomitmen akan rutin memberikan insentif tersebut sebulan sekali selama tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp. 6 miliar.
"Meskipun ada pemotongan dari pusat Rp 259 miliar. Insentif guru PAUD aman," ujar politikus Partai Golkar itu.
Sigit berharap dengan insentif tersebut para guru-guru lebih bersemangat mendidik.."Jadi anak-anak lebih mendapat perhatian dan mendapatkan kasih sayang dalam proses mengajar itu," ucap dia. MI