Kisah Jukir dari Sragen Naik Haji Bareng Istri
- 19 Mei 2025 19:30 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Sepasang suami istri Sugiyanto-Sriyatun (62) akhirnya hari ini Senin (19/5/2025) berangkat menunaikan ibadah haji. Warga Purwoasri, RT 42, RW 16, Kroyo, Karangmalang itu berangkat haji setelah menunggu 12 tahun.
Sugiyanto-Sriyatun tergabung dalam jemaah calon haji kloter 59 Embarkasi Solo. Dijadwalkan pukul 23.15 WIB take off dari Bandara Adi Soemarmo Solo menuju Makkah.
Sugiyanto kesehariannya bekerja sebagai juru parkir (Jukir) di Rumah Sakit RS Sarila Husada Sragen sudah belasan tahun. Dia menyisihkan sebagian dari penghasilan parkir untuk ditabung.
Menurut Sugiyanto, awal mula dirinya mendaftar haji bersama istri tercinta pada tahun 2012. Saat itu ekonomi keluarganya belum baik, namun nekat untuk mendaftar dengan dana talangan. "Mendaftar sudah sekitar 12 tahun yang lalu. Dari tahun 2012," ucapnya.
Sugianto bercerita bahwa keinginan untuk berhaji sudah sejak muda. Dirinya ingin menunaikan rukun Islam yang kelima bersama istri.
"Ya, nabung, jalan dari Allah, udah lama penginnya. Kan panggilan dari Allah mungkin di suruh nabung. Kalau nggak nabung, nggak bisa. Udah niat saya, udah niat dari dulu (berhaji)," katanya.
Awal biaya pendaftaran haji dia mengaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp50 juta untuk dua orang. Dirinya berupaya mendapat biaya talangan terlebih dahulu.
"Dulu pakai uang itu, uang apa, uang talangan. Saat itu Rp25 juta per orang," ucap dia.
Setelah mendapat kursi haji, Sugiyanto dan istri dijadwalkan berangkat tahun 2022. Namun, karena masih pandemi COVID-19, dirinya harus masuk daftar tunda keberangkatan. Alhasil, dirinya dan istri baru diberangkatkan pada tahun 2025.
"Sebetulnya kan 2022 naik hajinya. Saat ada Covid itu, tapi mundur jadi tahun ini 2025," ucapnya.
Untuk pelunasan biaya haji, Sugiyanto menyebut baru dilakukan pada bulan April lalu. Menurutnya, pelunasan tidak dilakukan pada tahun 2022 karena saat itu gagal berangkat.
"Kalau pelunasan nggak tahun 2022 tapi 2025, pelunasan baru kemarin bulan April. Ya, begitu ada pengumuman mundur kan nggak bisa melunasi. Harus melunasi sekarang," ujarnya.
Ia mengatakan untuk bisa melunasi sisa pembayaran haji dengan cara menabung pendapatan setiap harinya. Ia juga dibantu oleh istri yang juga bekerja sebagai karyawan disebuah pabrik.
"Yang lainnya kan nyicil, sebulan Rp1 juta itu berapa, sama istri. Ya, habisnya berdua sampai Rp100 juta lah," ucap dia.
Sugianto mengaku, berapapun pendapatan dari parkir selalu rutin menabung. Ia mengaku pendapatan dari parkir tidak menentu, sehingga harus pandai-pandai berhemat agar bisa melakukan pelunasan haji.
"Sebulan nggak mesti, ya satu hari harian kadang dapat Rp100 kadang lebih, kadang ya kurang, tergantung ramainya. Ya menyisikan penghasilan, dari parkir dan dari istri," katanya.
Sugianto mengaku siap untuk berangkat ke tanah suci. Untuk menjaga kebugaran tubuh sebelum berangkat rutin berjalan kurang lebih 2 kilometer.
"Persiapan yang penting sehat jasmani dan rohani. Persiapan, jalan sekitar 2 kilometer setiap harinya sama istri dan tetangga yang juga berangkat," ujar dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....