Solikhin, Tukang Pijat Berangkat Haji Setelah 30 Tahun Menabung
- 15 Mei 2025 10:28 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali: Musim haji 2025 menjadi momentum yang indah bagi sepasang suami istri Solikhin (63) dan Solikhatun (57). Warga Desa Kesambi RT 3 RW 5 Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu akhirnya berangkat haji setelah menabung 30 tahun lamanya.
Memang usianya tidak lagi muda, namun Solikhin yang berprofesi sebagai tukang pijat itu masih sangat energik. Bersama istrinya tercinta dia menginjakan kaki di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Rabu (14/5/2025) pukul 12.00 WIB.
Solikhin nampak begitu sumringah, lantaran dirinya akan berangkat memenuhi panggilan Allah SWT menunaikan rukun Islam yang telah diimpikan sejak muda.
Perjuangan Solikhin dalam rangka memenuhi panggilan haji dimulai sekiranya tahun 1995. Sebagai tukang pijat keliling dia berjuang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengajak sang istri ke Baitullah.
"Dari tahun 1995 nabung seadanya, ditabung di rumah sendiri. Lalu September 2012 daftar haji," ucap Solikhin di Asrama Haji Donohudan Boyolali.
Sholikin (63) tukang pijat asal Desa Kesambi RT 3/5 Kecamatan Mejobo Kudus naik haji, menerima gelang identitas di Asrama Haji Donohudan. (Foto: RRI/Mulato Ishaan) Sebagai tukang pijat Solikhin mengaku penghasilannya tidak menentu. Dia juga tidak memasang tarif khusus dari pelanggannya
"Keseharian tukang pijit orang sakit, capek, strok. (Tarifnya?) Ndak kasih tarif ya seikhlasnya saja. Pas daftar itu bayar Rp 51 juta untuk dua orang. Nabung lagi untuk pelunasan. Nabung ya gak tentu, kalau ada ya ditabung," ucap dia.
Baca juga: Pasutri Penjual Dawet Kendil Sragen Naik Haji
Ayah tiga anak itu berkisah, awal mula terbesit untuk menyempurnakan rukun Islam merupakan amanah dari ibunya. Kala itu ibunya sedang sakit dan meminta dirinya segera daftar haji sebelum tua.
"Awal mula daftar haji ya tergugah sendiri, sama orang tua yang minta. Orang tua saya perempuan (ibu) itu sakit lalu ngomong Kin kamu itu anak saya daftar sekarang," ucap dia menirukan pesan ibunya.
"Lha daftar kemana Mak?, daftar haji. Alhamdulillah kok bisa. Kalau Ibu belum haji, ya ini motivasi orang tua saja," ujarnya.
Solikhin mengaku begitu senang setelah sampai Asrama Haji Donohudan. Hari ini ini Solikhin-Solikhatun diterbangkan ke tanah suci melalui bandara Adi Soemarmo Solo bergabung dengan kloter 48 Kabupaten Kudus pukul 12.10 WIB.
"Persiapannya jaga kesehatan, olahraga. Alhamdulillah sehat semua, olahraga cuma jalan," ucap kakek dua cucu itu.
Sesampainya di tanah suci, Solikhin ingin mendoakan keluarganya agar kelak dapat berangkat haji.
"Doanya mudah-mudahan keluarga anak turun slamet semuanya gitu. Semua anak cucu bisa nyusul ke Mekkah."
Sanusi pelanggan pijat Solikhin dan juga pengurus KBIH NU Kudus yang kini menjadi TPHD saat dijumpai di Asrama Haji Donohudan Boyolali. (Foto: RRI/Mulato Ishaan) Salah seorang pelanggan pijat Solikhin, Sanusi Pensiunan Guru SMAN 1 Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus mengakui, Solikhin tukang pijat langganan keluarga dan tetangganya. Solikhin punya niatan lama namun belum berani mendaftar haji.
"Saya keluarga itu langganan. Kakak saya itu Kasi Haji saya pengurus PBNU, ngasih semangat kang kowe oki wes mampu mangkat haji, daftar haji aku wes iso ngerti penghasilanmu. Saiki Kowe harus daftar (Mas kamu sudah mampu berhaji, penghasilanmu sudah cukup untuk daftar haji)," kata Sanusi mengingat pesannya kepada Solikhin 12 tahun silam.
Akhirnya Solikhin mendaftar haji bareng istri sekitar 12 tahun yang lalu. Sanusi bersyukur kini bisa kembali berhaji membersamai Solikhin sebagai TPHD (Tim Petugas Haji Daerah) Kabupaten Kudus.
"Sekitar 12 tahun lalu mulai nabung dari sangat kecil. Kami motivasi kasih dorongan itu karena lingkungan pelanggan dia juga sudah haji," ucap pengurus KBIH NU Kudus itu. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....