UMKM Naik Kelas lewat Media Sosial
- 13 Agt 2026 21:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA –Media sosial menjadi salah satu sarana penting bagi pelaku UMKM untuk membangun branding sekaligus memperluas pemasaran produk. Selain sebagai media promosi, platform digital dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada konsumen dan membangun kepercayaan terhadap produk.
Hal tersebut dibahas dalam program JEDA (Jendela Cerita Anda) RRI Surakarta, Rabu, 29 Juli 2026, bersama pelaku UMKM Herbal Solo, Ayu Kharisma, dan Dosen Poltekkes Bhakti Mulia, Bambang Eka Purnama. Dalam kesempatan tersebut, Ayu memperkenalkan Rupa Rempah, merek kecantikan dan perawatan tubuh berbasis rempah dengan produk antara lain sabun cair, sabun padat dengan scrub, massage oil, dan parfum beraroma rempah.
Ayu mengatakan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat membuka peluang bagi produk berbahan alami. Namun, peluang tersebut perlu diikuti promosi yang konsisten agar produk UMKM semakin dikenal masyarakat, terlebih Rupa Rempah menggunakan bahan herbal dan aroma alami sehingga edukasi menjadi bagian penting dalam pemasaran.
“Karena kita pakainya semua bahan herbal terus aroma-aromanya itu benar-benar alami, jadi kita edukasi ke customer kelebihannya dan keunggulan kita,” ujar Ayu. Menurutnya, Rupa Rempah memadukan promosi secara luring dan daring, termasuk mengikuti berbagai pop up market serta kembali mengaktifkan media sosial dengan konten yang lebih terarah.
Dalam pengembangan usaha, Ayu menilai kolaborasi juga diperlukan karena pelaku UMKM tidak selalu mampu menangani produksi sekaligus pemasaran. “UMKM itu sebenarnya enggak bisa sendirian, kita sudah produksi itu kadang lupa untuk promosinya, penjualannya, jadi lebih baik memang kolaborasi dengan beberapa pihak,” katanya.
Sementara itu, Bambang Eka Purnama menekankan pentingnya memilih platform media sosial sesuai karakter dan target konsumen. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami segmen pengguna serta memanfaatkan data atau insight yang tersedia agar strategi pemasaran lebih tepat sasaran, karena “media sosial ini memang harus spesifik digunakan untuk segmen yang tepat.”
Bambang juga mengingatkan agar branding, terutama produk yang berkaitan dengan kesehatan dan herbal, didukung informasi yang benar serta tidak berlebihan. Menurutnya, konten yang memberikan product knowledge secara tepat dapat membangun kepercayaan dan mendorong konsumen melakukan pembelian ulang karena mereka merasakan manfaat produk.
Dalam pembuatan konten, Bambang menyebut tiga detik pertama menjadi bagian penting untuk menarik perhatian pengguna atau disebut hook. Setelah itu, konten dapat disusun dengan pola masalah, solusi, dan call to action (CTA), sementara teknologi kecerdasan buatan atau AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mencari ide, membuat caption, hingga menyusun naskah.
“Teknologi itu harus kita manfaatkan, tapi jangan diperbudak teknologi, yang penting kita gunakan konstruktif dan bermanfaat,” ujar Bambang. Ia menilai pemanfaatan teknologi secara tepat dapat membantu pelaku UMKM mengubah aktivitas bermedia sosial menjadi kegiatan yang lebih produktif dan mendukung pengembangan usaha.
Ayu dan Bambang sepakat konsistensi, edukasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam memperluas pasar UMKM. Ayu berpesan agar pelaku usaha yang baru memulai pemasaran digital tidak mudah menyerah ketika strategi pertama belum berhasil, karena “jangan patah semangat, terus cari cara, misalkan yang ini belum berhasil, cari cara yang lain, terus belajar.”
Bambang menambahkan, penggunaan media sosial seharusnya tidak berhenti pada aktivitas menggulirkan konten, tetapi diarahkan menjadi sarana yang memberikan nilai bagi pengembangan usaha. “Sekarang nyekroll-nyekrollnya bisa dibayari agar gadget kita itu bernilai produktif dan konstruktif,” ujarnya. (Citra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....