SKA Dorong Penerima Manfaat Lebih Mandiri Melalui Ruang Pemberdayaan

  • 26 Jun 2026 08:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sentra Kreasi Atensi (SKA) menjadi salah satu program Kementerian Sosial yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan dan vokasional bagi kelompok rentan, penyandang disabilitas, serta lanjut usia produktif. Program ini hadir untuk memberikan ruang bagi para penerima manfaat agar dapat mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperoleh penghasilan secara mandiri.

Ketua Tim Pemberdayaan Rusun dan Pengembangan SKA Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Amrina Syafwani, menjelaskan dalam program Jagongan Pro 4 RRI Surakarta pada 23 Juni 2026, bahwa SKA merupakan wadah yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong peserta untuk menghasilkan produk maupun jasa yang bernilai ekonomi. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah membantu penerima manfaat kembali menjalankan fungsi sosialnya secara mandiri di tengah masyarakat.

Di Surakarta, SKA mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya kafe eRCe Cafe, gerai batik, gerai kerajinan tangan, laundry, angkringan, hingga toko sembako. Seluruh unit tersebut dikelola langsung oleh para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang telah mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Kementerian Sosial.

Salah satu penerima manfaat yang merasakan dampak program tersebut adalah Haris Setiawan, penyandang disabilitas daksa yang kini bekerja sebagai barista di eRCe Cafe Manahan. Haris mengaku awalnya tidak memiliki pengalaman di bidang perkopian. Namun setelah mendapatkan pelatihan dan kesempatan untuk mengembangkan diri, ia kini aktif menciptakan berbagai menu minuman serta membagikan ilmunya kepada rekan-rekan lainnya.

Amrina mengatakan bahwa seluruh keuntungan yang diperoleh dari unit usaha SKA menjadi hak para penerima manfaat. Kementerian Sosial menyediakan tempat, fasilitas, peralatan, hingga modal usaha tanpa membebankan biaya kepada peserta. Pendampingan dilakukan secara berkala melalui evaluasi usaha dan penguatan strategi pemasaran agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang.

Selain program pemberdayaan ekonomi, Kementerian Sosial juga mengelola rumah susun (rusun) bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Penghuni rusun tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, penyuluhan sosial, pemeriksaan kesehatan, serta pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk hidup mandiri.

Menurut Amrina, tantangan terbesar dalam proses pemberdayaan adalah membangun rasa percaya diri para penerima manfaat. Banyak peserta yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi masih ragu untuk menunjukkan potensinya. Karena itu, pendampingan dilakukan tidak hanya pada aspek keterampilan, tetapi juga pada penguatan mental dan kemampuan membangun relasi sosial.

Amrina berharap semakin banyak penerima manfaat yang mampu membangun usaha mandiri dan membawa produk-produk SKA dikenal hingga tingkat internasional. (Hil)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....