STIe Surakarta Kolaborasi Bareng HIPMI Gelar Festival Pelajar dan UMKM

  • 02 Mei 2026 15:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIe) Surakarta kembali mengadakan event tahunan kompetisi pelajar serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pada tahun 2026 ini, STIE berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo.

Kolaborasi STIe Surakarta Championship (SSC) dan HIPMI Solo Impact Challenge 2026 yang diberi nama Solo Champions Impact Festival ini resmi dibuka pada Jumat, 1 Mei 2026 di Koridor Gatot Subroto yang dimeriahkan band Wolfpack dan Fashion Show Wow Batik.

Ditemui di lokasi, Aditya Liliyan, Ketua STIe Surakarta mengatakan bahwa kompetisi kali ini bisa dikatakan terbesar di Solo Raya. Hal itu lantaran panitia menyiapkan hadiah total Rp3 miliar dan beasiswa kepada para pelajar.

"Kompetisi mungkin bisa dikatakan terbesar Solo Raya karena total hadiah itu ada uang tunai dan beasiswa sejumlah Rp3 miliar," kata Aditya Liliyan.

Banyak kategori yang dilombakan, yakni UMKM Challenge dengan hadiah Rp300 juta untuk tiga pemenang, kemudian kompetisi pelajar, mulai dari Olympiade SAINS, E-Sport, Advion untuk akuntansi, editing video, band competition, hingga food prenuer yang di mana pelajar SMA ditantang untuk membuat industri kuliner.

Selain itu juga, akan ada campaign untuk pengolahan sampah dari HIPMI dan STIe Surakarta serta agenda olahraga lari. Pendaftaran peserta sendiri sudah mulai dibuka dari bulan April 2026 dan rencananya Grand Final akan diadakan pada 9-12 Juli 2026 di Solo Square.

Ditambahkan Aditya Liliyan, meskipun tidak mentargetkan jumlah peserta, namun berkaca pada tahun sebelumnya mencapai minimal 100 peserta per-kategori, dirinya berharap pada tahun ini akan lebih meriah.

"Kalau tahun ini lebih meriah karena mendapat dukungan penuh dari HIPMI Solo dan total hadiah mencapai Rp3 miliar. Kalau tahun sebelumnya hanya Rp1,5 miliar. Tahun ini juga ada 10 kategori yang diperlombakan serta yang menarik lainnya akan ada campaign sampah. Kita memang komitmen bahwa peduli terhadap lingkungan terutama di Kota Solo. Jadi nanti campaign untuk pengelolaan sampah yang baik dari hulu hingga hilir," katanya menambahkan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Bowo, Ketua Hipmi Solo mengatakan bahwa pihaknya selalu terbuka dengan kolaborasi apapun, salah satunya dengan STIe. Menurutnya event ini memang sesuai dengan komitmen HIPMI untuk membuat sektor pendidikan dan kewirausahaan terus berkembang.

"Event ini kita memang pengen utamanya semangat bersama membuat iklim pendidikan, kewirausahaan di Kota Solo meriah dan lebih berkembang lagi," ucap Bowo.

Terkait UMKM Challenge, ditambahkan Bowo bahwa HIPMI akan mengurasi atau membatasi usia peserta maksimal 40 tahun dan bisnis usaha baru yang lebih kreatif, agar ke depan bisa dikembangkan.

"Kita memang membatasi usia UMKM maksimal 40 tahun. Untuk skala bisnisnya kita tidak membatasi, namun jenis bisnisnya yang kita cari adalah jenis bisnis baru, bisnis yang kreatif supaya nanti bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih kreatif lagi di Kota Solo," ucapnya menambahkan.

Ditanya terkait alasan adanya campaign sampah, HIPMI Solo menegaskan hanya ingin memberikan edukasi terhadap siapapun, agar memahami bahwa sampah tidak hanya dibuang, tetapi bisa memiliki value atau bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. (JK/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....