Media Sosial Dorong Peningkatan Produksi UMKM di Era Digital
- 26 Apr 2026 23:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID,Surakarta - Peran media sosial dalam meningkatkan produksi UMKM semakin menguat seiring perubahan besar akibat revolusi industri dan pandemi COVID-19. Kedua momentum tersebut mendorong pergeseran pola usaha dari konvensional menuju digital.
Ketua Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM UNS, Malik Cahyadin, Ph.D. menjelaskan revolusi industri khususnya era digital telah mengubah cara pelaku usaha dalam memproduksi dan memasarkan barang. Teknologi memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien dan terukur. Selain itu, pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan data dan tren pasar sebagai dasar pengambilan keputusan.
Malik mengatakan dalam konteks tersebut, media sosial menjadi salah satu instrumen penting dalam membaca kebutuhan pasar. "Melalui interaksi langsung dengan konsumen, pelaku usaha dapat mengetahui selera dan permintaan yang berkembang," katanya. Hal ini membuat produksi menjadi lebih tepat sasaran dan mengurangi risiko kerugian.
Peran media sosial semakin signifikan saat pandemi COVID-19 melanda. Pembatasan aktivitas masyarakat menyebabkan transaksi offline menurun dan mendorong pergeseran ke platform digital. Kondisi ini membuat media sosial menjadi kanal utama dalam pemasaran sekaligus penggerak permintaan produk.
Malik menjelaskan, meningkatnya permintaan melalui media sosial berdampak langsung pada peningkatan produksi UMKM. Produk yang diminati pasar akan diproduksi lebih banyak sesuai respons konsumen. Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai penentu arah produksi.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua UMKM siap menghadapi lonjakan permintaan akibat viralitas di media sosial. Keterbatasan kapasitas produksi, tenaga kerja, dan manajemen menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. Tanpa kesiapan tersebut, peningkatan permintaan justru dapat berdampak pada penurunan kualitas produk.
Lebih lanjut, Malik menilai pentingnya peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM. Pemanfaatan media sosial perlu diimbangi dengan strategi yang tepat agar dapat memberikan dampak optimal. Pendampingan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, juga diperlukan untuk memperkuat kapasitas usaha.
Ke depan, media sosial diharapkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai alat untuk merencanakan produksi berbasis permintaan pasar. Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan berkembang secara berkelanjutan di era ekonomi digital. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....