Era Digitalisasi Advertising dan Percetakan Masih Bertahan Manual
- 18 Feb 2026 15:10 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Bermodal kreativitas tanpa batas dan tekad yang kuat, para pelaku usaha sablon, konveksi, advertising, hingga percetakan di Kabupaten Karanganyar tetap tangguh dan tetap kompetitif ditengah transformasi digital dan kecanggihan teknologi. Dunia percetakan sektor sablon, konveksi, dan periklanan di wilayah di Karanganyar masih terus eksis menyediakan kebutuhan masyarakat .
Dalam bincang obrolan komunitas di RRI komunitas SKAK Sablon, Konveksi, Advertising dan Cetak Karanganyar salah satu anggota, Igbal mengatakan seiring dengan perkembangan teknologi dunia cetak saat ini terbagi ruang dengan wilayah online. Untuk itu pihaknya harus mengupgrade skill dan menggunakan mesin .
Menurutnya menggunakan mesin untuk pesanan cepat atau eceran, dan tetap mempertahankan meja sablon manual untuk pesanan partai besar atau proyek seni ideal. Selain itu para pelaku usaha dengan mengembangkan kreativitas ini harapannya juga ke depan bisa mewadahi siswa SMK maupun siswa perkuliahan yang lulus bisa mendapatkan peluang ataupun lapangan kerja di tempat tempat yang ada saat ini.
“ kita tahu bahwa perkembangan teknologi saat ini ,dunia cetak itu sudah terbagi ruanganya dengan wialyah internet maka kita perlu mengupgrade skill “ ungkapnya
Igbal lebih lanjut mengatakan tantangan digitalisasi saat ini lebih masif. Setiap orang dapat mengerjakan usaha tersebut asal mampu mengoperasikan software yang tersedia. Juga melalui stoke image image yang banyak tersedia .Namun dengan tantangan ini bukan menjadi hambatan justru menjadi kesempatan yang lebih luas untuk kompetitif dengan kemauan belajar yang besar .
Disisi lain Arifin yang berkecimpung di advertising mengatakan saat ini pihaknya eksis di medsos mulai dari IG, Facebook, di TikTok, dan Twitter dengan sasaran anak anak muda hingga usia tua. Selain itu memasang baliho dengan konten-konten yang unik yang dapat menariki perhatian public. Dikatakan saat ini untuk digital sablon digital itu beragam, mulai dari DTF, sablon printing. Namun tetap tidak meninggalkan sablon dengan manual. Justru banyak juga diminati karena dinilai lebih warna lebih awet dan warna itu lebih terang .
“Sekarang ini sablon digital beragam dari sablon DTF,printing tapi kami juga tidak meninggalkan yang manual” ungkapnya
Dalam menjalin sinergi antar pegiat usaha advertising dan percetakan di kabuapten karanganyar dibentuk komunitas SKAK Sablon ,Konveksi,Advertising dan Cetak Karanganyar. Dibentuk sejak tahun 2017 hingga kini menjadi wadah dalam menjaga tidak terjadi persaingan harga , keberagaman manfaat dan menghindari persaingan usaha namun sukses bersama. (lid)