Ekofeminisme Batik Tulis di Surakarta

  • 22 Feb 2025 17:44 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Ekofeminisme adalah salah satu gerakan pemikiran dan sosial yang menggabungkan masalah ekologis dengan wanita. Ekofeminisme berupaya menunjukkan hubungan antara penindasan manusia dan perlawanan perempuan dalam segala bentuk lingkungan, yang tergambar juga dari cara membatik..

Batik Tulis Laweyan, Kauman dan para perempuan yang menggunakan bahan-bahan alami dalam proses pembuatan batik tulis, merupakan salah satu gerakan ekofeminisme di Surakarta. Gerakan tersebut suatu upaya untuk tetap menjaga etika lingkungan, yang dapat digambarkan dalam hubungan timbal balik antara manusia dengan alam.

Dilansir dari artikel jurnal Memetika, pengakuan dari masyarakat di kampung Batik Tulis Kauman, pakem dari pembuatan batik tulis adalah penggunaan bahan-bahan alami dengan proses tradisional. Hal tersebut berdampak dalam proses pembuatan batik tulis yang sangat lama, apalagi ketika terdapat proses pewarnaan yang menggunakan bahan kimia yang berdampak pada pencemaran lingkungan.

Selanjutnya, penggunaan bahan kimia dalam proses pewarnaan tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga dapat merusak ekosistem dan manusia. Akan tetapi, proses pewarnaan batik tulis di Surakarta pada umumnya menggunakan pewarna alami yang bisa didapatkan dari kunyit, secang, akar mengkudu, kulit buah manggis, dan lain-lain.

Penggunaan pewarna alami dilakukan oleh para perempuan yang bekerja sebagai pembatik di Surakarta sebagai upaya menjaga ekosistem lingkungan. Berdasarkan hasil wawancara dengan para pekerja pembatik, mereka tidak menggunakan sarung tangan pada proses pewarnaan, sebagai pembuktian bahwasannya resiko terkena penyakit kulit sangat rendah bila menggunakan pewarna dari bahan alami.

Pernyataan tersebut merupakan upaya para perempuan sebagai pekerja batik tulis di Surakarta yang tetap menggunakan pewarna alami masih mendapatkan kesulitan dalam menghadapi tindakan individualistis, budaya korporasi, serta industi yang tidak respon terhadap gender. Namun demikian, gerakan ekofeminisme yang dilakukan para perempuan pembatik tulis di Surakarta merupakan suatu hal yang mampu merubah tatanan sosial, ekonomi, politik yang tidak progender serta tidak peduli terhadap lingkungan. (Dhea, Ali Marsudi)

Sumber: Sugara, B. (2024). Gerakan Ekofeminisme Batik Tulis sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Seni Tradisi dan Lingkungan di Kota Surakarta. Memetika: Jurnal Kajian Budaya, vol. 5, no. 2, 33-39

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....