Kiprah Dewi Aminah Jadi Penggerak Ekonomi Inklusif Melalui Pemberdayaan

  • 31 Mei 2026 18:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID. Surakarta - Sebuah bisnis makanan sehat berbasis bumbu rempah dan tepung non-gluten asal Solo sukses tumbuh menjadi penggerak sosial yang inklusif dari industri rumahan yang sangat sederhana. Usaha pangan sehat yang kini bertransformasi menjadi identitas kebangkitan ekonomi lokal tersebut awalnya lahir dari perjuangan seorang ibu dalam merawat anaknya yang menyandang autisme.

Kisah inspiratif dari dapur rumah menuju pemberdayaan masyarakat luas ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan mampu membawa produk rumahan naik kelas di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini. Sang pemilik sekaligus perintis Iswara Food, Dewi Aminah, mengisahkan kembali beratnya perjuangan awal saat menghadapi keterpurukan usaha batik dan kondisi ekonomi keluarga yang sempat merosot tajam.

"Saat merintis dulu, saya mencoba berkali-kali untuk mendapatkan formula tepung sehat alami yang pas tanpa menggunakan minyak dan tanpa pengawet. Perjalanan ini penuh tantangan karena semua dimulai dari nol di dapur rumah dengan modal yang sangat terbatas menggunakan sistem pre-order," ucapnya sembari menunjukkan bahan baku produksinya langsung kepada RRI di Solo pada 22 Mei 2026.

Keahlian mumpuni Dewi Aminah dalam meracik bahan pangan alternatif sebenarnya berawal dari dedikasi penuh untuk memberikan alternatif makanan yang lebih sehat bagi putranya yang lahir dengan autisme. Ia konsisten menghindari penggunaan empat P yaitu pengawet, perasa, pemanis, serta pewarna buatan demi menyajikan produk herbal yang sepenuhnya aman serta mengganti tepung terigu dengan tepung mokaf berbahan dasar singkong.

Komitmen kuat yang lahir dari kasih sayang seorang ibu ini juga sejalan dengan kiprah sosialnya, di mana ia juga menjadi gender champion karena totalitas dalam penggerak dan pemberdaya perempuan sebelum memasuki ekosistem pembinaan formal. Dr. Asti, seorang dosen dari Universitas Sebelas Maret atau UNS, mengagumi esensi dari perjuangan kaum perempuan tersebut pada waktu yang sama.

"Perempuan harus memiliki kompetensi dan berjuang keras agar bisa bahagia serta menjadi sosok yang berharga untuk dirinya sendiri," ujarnya.

Ketekunan dan karakter kuat dari produk Iswara Food ini juga sukses menarik perhatian para pelaku usaha lain yang tergabung dalam komunitas UMKM. Arva Rochmawati mengamini kekuatan karakter yang menjadi kunci keberhasilan dari langkah nyata yang dilakukan oleh Dewi Aminah tersebut.

"Ibu Dewi Aminah memiliki konsistensi yang sangat luar biasa, tidak mudah menyerah pada keadaan, terus belajar untuk berkembang, dan memiliki kemauan besar untuk tetap berbagi ilmu kepada pelaku UMKM lainnya," kata Arva Rochmawati saat kami berbincang di sela-sela kegiatan pendampingan usaha bersama.

Perjalanan mengalir menuju kesuksesan ini tentu tidak instan, terutama saat usaha ini mulai memasuki ekosistem pembinaan yang lebih terarah. Bisnis tersebut kini tidak hanya menjadi solusi kesehatan bagi keluarga, tetapi juga menjelma menjadi motor penggerak inklusi sosial yang merangkul berbagai kelompok masyarakat rentan.

Dewi Aminah aktif membagikan ilmunya dengan melatih kelompok PKK, memberikan pendampingan bagi perempuan dengan HIV, hingga merangkul perempuan yang pernah terjerumus dalam prostitusi agar memiliki semangat kemandirian ekonomi dari rumah. Langkah strategis ini semakin diperkuat ketika usaha rumahan tersebut bergabung menjadi binaan di Rumah BUMN Solo untuk mencetak pelaku usaha yang berdampak sosial luas.

Melalui berbagai program pelatihan di lembaga tersebut, Dewi Aminah mendapatkan bekal penting mulai dari penguatan mental, manajemen usaha, tata kelola pembukuan keuangan, hingga kemampuan public speaking yang membuatnya semakin percaya diri untuk berbicara di depan publik. Wawasan mendalam mengenai pengolahan bahan pangan alami ini terus diperkuat oleh Dewi Aminah melalui proses literasi yang konsisten berdasarkan pengalaman nyata selama belasan tahun mendampingi tumbuh kembang anaknya.

Ketekunan mendalami ilmu kesehatan alami lewat metode jeniper atau jurus sehat rasulullah dari buku Dokter Zaidul Akbar, serta menyerap rujukan ilmiah dari materi pembelajaran para profesor bidang herbal. Integrasi antara ilmu kesehatan alami, pengalaman sosial, dan penguatan manajemen dari Rumah BUMN Solo sukses membuat usahanya semakin kokoh.

Seluruh keberhasilan ini terasa lengkap karena sang anak kini telah dinyatakan sembuh, tumbuh normal, bahkan saat ini sudah sukses lulus kuliah dari jurusan hubungan internasional. Kisah sukses Iswara Food dari sebuah usaha dapur yang lahir dari rasa cemas seorang ibu hingga kini menjelma menjadi penggerak ekonomi inklusif, menjadi bukti nyata di dunia wirausaha.

Usaha sekecil apa pun bisa naik kelas dan memberi dampak sosial yang luas bagi kaum perempuan, difabel, serta sesama pelaku UMKM melalui penguasaan produk, konsistensi, serta pengelolaan manajemen yang tepat. Semoga kisah dari kota Solo ini bisa menjadi inspirasi bagi kemajuan seluruh pelaku UMKM di Indonesia. (Dinar Rusydiana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....