Perkuat Industri BPR Syariah, Himbarsi Gandeng Lima Mitra Strategis di Rakornas

  • 25 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Indonesia (Himbarsi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan lima mitra dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Himbarsi 2026. Langkah konkret ini dilakukan untuk memperkuat daya saing dan menguatkan industri BPR Syariah secara nasional.

Kemitraan tersebut melibatkan tiga bank umum syariah, satu perusahaan asuransi syariah, dan satu vendor penyedia logam mulia. Jalinan kerjasama tersebut disepakati dalam Raakornas yang berlangsung di Mercure Hotel Solo, Jumat 21 Agustus 2026.

Ketua Umum Himbarsi, Alfi Wijaya, menegaskan bahwa Rakornas bertema "Bersinergi, Berprestasi, dan Menginspirasi untuk Memperkuat Industri BPR Syariah di Indonesia" ini mengedepankan tindakan nyata bagi para anggota.

“Kebutuhan pengembangan teknologi guna meningkatkan daya saing serta dukungan likuiditas dan permodalan merupakan tantangan utama. Kerjasama kolaboratif ini diharapkan menjadi solusinya,” ujar Alfi, dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id Senin 24 Agustus.

Salah satu fokus awal dari kerja sama ini adalah implementasi aplikasi white-label mobile banking yang disematkan pada produk Tabungan Ukhuwah. Produk gabungan dari 61 BPR Syariah ini mencatatkan pertumbuhan signifikan. Sejak diluncurkan pada 2022 hingga Juli 2026, jumlah nasabah melonjak 356,95 persen mencapai 55.908 rekening, dengan total penghimpunan dana Rp417,8 miliar (tumbuh 275,92 persen).

Selain modernisasi layanan perbankan digital, Himbarsi membangun sinergi dua arah dengan lembaga asuransi syariah dan bank umum syariah. Kerjasama ini mencakup aspek penempatan dana kelolaan yang dinilai aman dan kompetitif.

“Dengan nilai penjaminan LPS hingga Rp2 miliar, lembaga keuangan syariah idealnya dapat menempatkan dana di BPR Syariah secara aman dengan bagi hasil yang menarik,” kata Alfi menambahkan.

Sementara itu, kolaborasi dengan vendor logam mulia dihadirkan untuk merespons tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas. Langkah ini bertujuan memperkuat produk pembiayaan emas BPR Syariah melalui penawaran harga yang lebih kompetitif dan kepastian ketersediaan barang.

Rakornas yang diikuti 121 peserta ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta, Tulus Widajat, mewakili Walikota Solo. Turut hadir Kepala Direktorat Pengaturan dan Pengembangan Keuangan Syariah OJK Nyimas Rohman, Kepala OJK Solo M. Mufid, Chairman Infobank Eko B. Supriyanto, serta akademisi UNS Diah Pramesti sebagai narasumber. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....