Kesalahan saat Wawancara kerja yang Masih Sering Dilakukan

  • 30 Jun 2026 22:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID., Surakarta: Wawancara kerja masih menjadi tahap yang menentukan bagi banyak pencari kerja. Sayangnya, tidak sedikit pelamar yang gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Mulai dari datang tanpa persiapan hingga tidak mampu menjelaskan kelebihan diri masih sering ditemukan dalam proses rekrutmen.

Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mempelajari profil perusahaan. Banyak kandidat hanya fokus pada posisi yang dilamar, tetapi tidak memahami visi, budaya kerja, maupun produk perusahaan. Akibatnya, jawaban yang diberikan terdengar umum dan kurang meyakinkan di mata pewawancara.

Kesalahan berikutnya adalah menjawab pertanyaan terlalu singkat atau justru bertele-tele. Pewawancara umumnya ingin melihat kemampuan komunikasi, cara berpikir, serta bagaimana pelamar menyampaikan pengalaman secara runtut. Jawaban yang jelas, padat, dan relevan akan meninggalkan kesan profesional.

Banyak pelamar juga masih mengabaikan pentingnya soft skill saat wawancara. Padahal, kemampuan bekerja sama, beradaptasi, mengelola emosi, hingga memecahkan masalah sering menjadi pertimbangan utama perusahaan selain kemampuan teknis.

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Ryas Zaharotunnisa dan Yudit Ayu Respati dari Universitas Negeri Yogyakarta dalam jurnal Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi (2023).

Penelitian itu menunjukkan bahwa soft skill memiliki peran sebagai faktor yang mendukung kesiapan kerja, sehingga kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan adaptasi menjadi bekal penting saat menghadapi proses rekrutmen.

Hasil serupa juga ditunjukkan penelitian Nur Amal Jaya, Ruslan, dan Purnamawati dari Universitas Negeri Makassar dalam Information Technology Education Journal (2023). Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kesiapan kerja dipengaruhi oleh pengalaman praktik serta minat kerja, yang tercermin dari kesiapan kandidat menghadapi proses seleksi, termasuk saat wawancara.

Karena itu, persiapan wawancara tidak cukup hanya menghafal jawaban. Kandidat perlu memahami perusahaan, melatih komunikasi, menyiapkan contoh pengalaman nyata, serta menunjukkan sikap percaya diri yang tetap rendah hati. Dengan bekal tersebut, peluang untuk lolos ke tahap berikutnya akan semakin besar. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....