Tokoh Masyarakat-Pemuda Soroti Rencana Pembongkaran Eks Kantor Pemda Sragen
- 22 Jan 2026 20:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID,Sragen: Rencana Pembongkaran gedung Pemda Sragen lama demi membangun RTH (ruang terbuka hijau) menuai kritik dari tokoh masyarakat hingga pemuda setempat. Selain menyayangkan history bangunan dan besarnya biaya penataan.
Tokoh Masyarakat Sragen, Suyadi Kurniawan melayangkan kritik keras terkait rencana pembongkaran gedung tersebut. Menurutnya, langkah merobohkan bangunan yang masih layak pakai adalah pemborosan anggaran.
Baca juga: Pemkab Sragen Gelontor 2,7M untuk Bongkar Pemda Lama
Gedung tidak usah dirobohkan, masih sangat layak dipertahankan. Merobohkan itu butuh biaya besar, padahal di lingkungan sekitar Sragen sebenarnya masih banyak penghijauan, jadi RTH belum terlalu mendesak," ujar Suyadi, Rabu 21 Januari.
Lantas dia menekankan bahwa dana miliaran rupiah tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat miskin. Seperti perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan jalan maupun jembatan yang rusak.
"Dana Rp 2,7 miliar itu tidak sedikit. Kalau dipakai untuk program bedah rumah, bisa menyasar ratusan rumah warga tidak mampu. Lebih baik gedung yang ada dimanfaatkan untuk kegiatan yang bisa menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan menyejahterakan rakyat. Jangan buru-buru, masih ada waktu untuk berpikir ulang," katanya menegaskan.
Sementara itu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai langkah tersebut sebagai perusakan aset dan hilangnya potensi ekonomi serta ruang kreatif bagi masyarakat.
Ketua DPD KNPI Sragen, Galih Candra Bayu Aji, secara tegas menyatakan penolakan lembaga terhadap rencana pembongkaran tersebut. Menurutnya, nilai aset bangunan akan jatuh drastis jika hanya dipandang sebagai lahan kosong untuk taman.
"Secara kelembagaan kami menolak. Nilai aset saat berdiri dengan saat dirobohkan itu berbanding terbalik," ujar Galih.
Galih menekankan bahwa gedung tersebut seharusnya bisa menjadi solusi bagi organisasi kemasyarakatan yang hingga kini belum memiliki kantor tetap.
"Seperti KNPI sendiri saat ini belum memiliki sekretariat resmi. Termasuk ormas-ormas yang lainnya," ucap dia.
Dia menekankan bahwa estetika harus berjalan beriringan dengan fungsi ekonomi. "Mungkin itu bisa 'diglowingkan' tapi ditujukan untuk kemajuan ekonomi. Cukup direnovasi, dipercantik, tanpa harus merobohkan bangunan lama," ucap dia.
Pihaknya juga menawarkan konsep Sentra UMKM dan Destinasi Kuliner, di mana halaman luas gedung bisa dimanfaatkan untuk konser musik atau pentas seni. Sementara bagian dalam bangunan disewakan sebagai gerai UMKM.
"Kami akan melakukan audiensi ke DPRD agar pengelolaan aset ini lebih bermanfaat secara umum bagi kemajuan Sragen," ucap Galih. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....