Guru Gunting Seragam Siswa, Pihak Sekolah Beri Penjelasan

  • 22 Apr 2025 15:28 WIB
  •  Surakarta

KBRN Sragen: Viral video seorang guru menggunting seragam sekolah seorang siswa. Kejadian tersebut di SMP PGRI 5 Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Pihak sekolah mengakui bahwa kejadian itu di SMP PGRI 5 Sukodono. Kepala SMP PGRI 5 Sukodono Sutardi membenarkan video pengguntingan seragam itu terjadi di sekolahnya. Pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Tentu sudah tahu apa yang diunggah di medsos, itu di sekolah kami. Saya selaku penanggung jawab sekolah mohon maaf," ucap Sutardi saat dijumpai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Selasa (22/4/2025).

"Pertama membenarkan bahwa video yang diunggah itu disekolah kami, namun ada beberapa hal yang harus penjenengan ketahui, bahwa kejadian itu sudah meminta izin dan diizinkan orang tua," ucap Sutardi menambahkan.

Baca juga: Viral Guru Gunting Seragam Siswa

Baca juga: Ini Sosok Guru Viral Gunting Seragam Siswanya

Pemotongan seragam itu lanjut Sutardi atas permintaan orang tua siswa. Karena siswa itu memiliki sejumlah catatan pelanggaran.

"Jadi bukan kami yang sengaja memotong, tapi sudah komunikasi jauh jauh hari, karena mohon maaf siswa tersebut ada beberapa catatan lebih dari 3 kali. Kami hitung hampir 8-9 kali melakukan pelanggaran. Sehingga orang tua sudah memberikan izin dan itu permintaan orang tua," kata dia menjelaskan.

Sutardi, S.Pd Kepala SMP PGRI 5 Sukodono, Sragen saat memberikan klarifikasi video pengguntingan seragam sekolah siswa di Kantor Disdikbud Sragen, Selasa (22/4). (RRI Foto Mulato Ishaan)Kejadian pengguntingan seragam siswa itu terjadi pada Senin 17 Februari 2025 lalu selesai upacara di halaman sekolah. Seragam yang digunting itu bukan seragam SMP PGRI 5 Sukodono, melainkan seragam sekolah lama SMP Islam Mondokan, seragam sebelum siswa tersebut pindah di SMP PGRI.

"Untuk seragam itu (bukan seragam SMP PGRI), anak itu anak ini sekolah pindahan jadi seragamnya beda. Beberapa kali diperingatkan dan dilaporkan guru BK sudah lama ada beberapa catatan. Kemudian terakhir tanggal kejadian itu lapor orang tua terus akhirnya suruh motong biar tidak dipakai lagi. Intinya itu biar tidak pakai lagi," kata Sutardi menandaskan.

Menurut Sutardi, seragam itu sudah lama dipakai semenjak pindah ke SMP PGRI 5 Sukodono semester ganjil lalu. Siswa bersangkutan sering diperingatkan dan sering panggil tapi bandel.

"Alasan keren saja, karena ada tulisan itu dan sering diingatkan tapi tetap dipakai." MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....