Konsep Makrokosmos dan Mikrokosmos dalam Tenun Imaji 2026

  • 04 Okt 2026 22:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pameran Sinergi #4 yang diikuti 48 perupa dan menampilkan beragam karya seni rupa dengan latar dan pendekatan artistik yang beragam membuat pameran ini menyajikan ragam gagasan serta eksplorasi visual yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Salah satu panitia sekaligus peserta kegiatan, Nanang Yulianto mengatakan pameran kali ini menarik dan unik .

Ada keragaman karya, baik karya berbasis tradisi yang hadir dengan nuansa kekinian, juga karya modern kontemporer yang sangat beragam. Pameran ini sebagai upaya menenun atau merajut juga menyinergikan berbagai imaji dari perupa lintas usia.

" Dari karya-karya yang disajikan akan bersinergi menyatu dalam ruang pameran dan mendapat tempat yang sama baik secara makrokosmos maupun mikrokosmos," kata Nanang.

Sejumlah karya unggulan turut ditampilkan dalam pameran tersebut. Karya-karya itu menjadi bagian dari eksplorasi para perupa dalam menerjemahkan gagasan “Tenun Imagi”, dengan menghadirkan beragam bentuk, medium, dan pendekatan dalam karya seni rupa.

Sementara untuk peserta pameran mulai dari alumni 1990 hingga 2015 membawa spirit kekinian, menyatu dalam satu ruang pameran. Miftakurahman salah satu peserta alumni 1994 merasa senang dan bangga bisa mengikuti pameran ini.

" Saya senang bisa bersilaturahmi kembali dengan teman-teman perupa dari lintas alumni, kangen-kangenan dan bertukar pengalaman tentang seni rupa era dulu dan sekarang," katanya .

Seniman rupa asli Solo ini mengusung konsep makrokosmos yakni alam semesta dan mikrokosmos yakni manusia itu sendiri. Karya berjudul " Allahuma bariklana fima rozaktana wakina 'adza bannar", yang berarti Ya Allah berkahilah KAMI atas rezeki yang telah Engkau beri,dan jagalah KAMI dari siksa api neraka.

Menurut Boy, panggilan akrab Miftakurahman, kalimat KAMI pada Do'a tersebut mengajarkankan umat manusia akan pentingnya proses atau perjalanan dari sesuatu yang hadir di depan mata kita, dan patut disyukuri.

" Do'a tersebut menunjukkan pada kita kebesaran Allah dalam penciptaanNya,sehingga kontek keberkahan itu bukan milik kita pribadi,tetapi juga dimiliki oleh semua orang yang telah ikut berperan pada sesuatu itu sehingga sampai di depan mata kita," kata Boy Minggu 4 Oktober 2026.

Boy mengimajinasikan secara visual semua makna dari do'a itu dengan menggambarkan padi yang berada di atas piring lengkap dengan garpu dan sendok agar ketika kita hendak menikmatinya selalu ingat akan perjalanannya dan meminta keberkahan sebagai suatu bentuk rezeki yang harus disyukuri manusia.

Karya yang tertuang pada media acrilyc on canvas dengan ukuran 50cm x 50cm tersebut menjadi sorotan pengunjung pada pameran tahunan itu. ( Ita Wijayanti )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....