Surakarta Warnai Parade Traditional Arts Festival 2026 di Yilan, Taiwan

  • 04 Okt 2026 13:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Semangat keberagaman budaya Asia-Pasifik mewarnai penyelenggaraan Asia-Pacific Traditional Arts Festival 2026 yang digelar di National Center for Traditional Arts (NCFTA), Yilan Park, Taiwan, 3 hingga 11 Oktober 2026. Salah satu agenda penting dalam festival tersebut adalah parade budaya atau street parade yang dilaksanakan di kawasan Central Square-Temple Yard.

Parade menjadi salah satu sarana bagi para delegasi untuk memperkenalkan identitas budaya masing-masing sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan pengunjung festival. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan di dalam gedung, penyelenggara menjadikan kawasan Yilan Park sebagai ruang perjumpaan budaya, termasuk dari Surakarta Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam festival internasional tersebut. Salah satu delegasi yang tampil adalah Dan’s Dance Studio Indonesia, yang memiliki keterkaitan khusus dengan Taiwan.

Dan’s Dance Studio didirikan pada 2011 oleh koreografer Indonesia Danang Pamungkas. Sebelum mendirikan kelompok seni tersebut, Danang pernah menempuh pendidikan tari Jawa di lingkungan keraton dan menjadi penari Cloud Gate Dance Theatre di Taiwan pada periode 2008–2011.

Dan’s Dance Studio setelah parade di Temple Yard


Parade Jadi Ruang Pertemuan Budaya

Koreografer Dan’s Dance Studio pada festival ini, Danang Pamungkas, menilai parade memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati seni tradisional. Pertunjukan tidak hanya berlangsung di dalam ruang pertunjukan, tetapi juga hadir di ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung.

“Keberadaan parade dalam festival ini memperluas pengalaman apresiasi seni. Seni tradisional tidak hanya disaksikan dari kursi penonton, tetapi hadir di ruang terbuka melalui gerak, musik, busana, dan interaksi antar seniman,” ujar Danang Pamungkas.

Sejumlah negara yang terlibat dalam Asia-Pacific Traditional Arts Festival 2026 antara lain Indonesia, India, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Masing-masing membawa tradisi dan narasi budaya yang berbeda, namun dipertemukan melalui tema air sebagai simbol kehidupan dan keberlangsungan manusia.

Selain parade, festival juga menghadirkan pertunjukan seni lintas disiplin, pengalaman budaya, kegiatan kerajinan, pasar tematik, serta berbagai kegiatan tradisional lainnya. Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan masyarakat dengan beragam bentuk seni dan budaya dari kawasan Asia-Pasifik.

Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam agenda tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni tradisi Nusantara kepada masyarakat internasional. Melalui tari, musik, cerita pewayangan, dan unsur budaya Jawa, identitas Indonesia hadir berdampingan dengan berbagai tradisi dari negara lain.

Asia-Pacific Traditional Arts Festival 2026 berlangsung pada 3-11 Oktober 2026 di National Center for Traditional Arts, Yilan Park, Taiwan. Festival tersebut menjadi ruang pertemuan seniman dan masyarakat untuk mengenal sekaligus merayakan keberagaman seni tradisional Asia-Pasifik.

(Fitria Trisna / Hilma Hanif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....