Bawa Kisah Bima, Dan’s Dance Studio Perkenalkan Seni Tradisional di Taiwan
- 04 Okt 2026 12:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dan’s Dance Studio Indonesia memperkenalkan seni tradisi Jawa melalui ajang Asia-Pacific Traditional Arts Festival 2026 di Yilan, Taiwan, 3–11 Oktober 2026. Dalam festival yang berlangsung di National Center for Traditional Arts (NCFTA), Yilan Park, kelompok seni Indonesia tersebut membawakan pertunjukan bertajuk The Water of Life: Bima’s Sacred Journey.
Festival tahun ini mengusung tema Where All Waters Meet atau “众水之境” dan mempertemukan seniman serta kelompok seni dari sejumlah negara Asia Pasifik. Selain Indonesia, festival menghadirkan pertunjukan dari India, Jepang, Korea, serta berbagai kelompok seni tradisional Taiwan.
Berdasarkan agenda resmi festival, Dan’s Dance Studio dijadwalkan tampil sebanyak tiga kali di Quyi Theater, National Center for Traditional Arts Yilan Park. Pertunjukan dijadwalkan pada 3 Oktober 2026 pukul 15.00, 4 Oktober pukul 10.30, serta 6 Oktober pukul 15.00 waktu Taiwan.
Rangkaian festival diawali dengan Opening Ceremony yang menjadi bagian dari pertemuan delegasi peserta dari berbagai negara. Pertemuan delegasi tersebut berlangsung pada pukul 16.00 hingga 17.30 waktu Taiwan di Waterfront Theater, Yilan Park.
Kehadiran kelompok seni Indonesia tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan internasional yang memperlihatkan beragam bentuk seni tradisional Asia. Selain Indonesia, festival menghadirkan pertunjukan dari India, Jepang, Korea, serta berbagai kelompok seni tradisional Taiwan.
Festival tahun ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan di dalam gedung. Penyelenggara juga menyiapkan parade lintas negara, pengalaman budaya, lokakarya kerajinan, pasar tematik, serta berbagai aktivitas interaktif bagi masyarakat.
Music Director Dan’s Dance Studio, Sri Eko Widodo, mengatakan karya tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada penonton internasional. Seni pertunjukan tidak hanya ditampilkan sebagai bentuk estetika, tetapi juga membawa cerita dan nilai yang melekat dalam kebudayaan.
“Melalui kisah Bima, gamelan, tari Jawa, dan wayang, penonton diajak mengenal bahwa tradisi Indonesia memiliki kekayaan narasi yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga mengandung nilai filosofis mengenai perjalanan manusia dan hubungan dengan alam,” ujar Sri Eko Widodo.
Festival Asia-Pacific Traditional Arts Festival 2026 sendiri diselenggarakan oleh National Center for Traditional Arts dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Taiwan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di kawasan Yilan Park, yang menjadi salah satu ruang penting bagi pelestarian dan pengembangan seni tradisional di Taiwan.
Pertemuan seniman dari berbagai negara dalam festival ini sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisional tidak berhenti sebagai warisan masa lalu. Seni tradisi dapat terus hidup, berdialog dengan kebudayaan lain, dan menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai negara.
Bagi Indonesia, kehadiran Dan’s Dance Studio di Yilan menjadi kesempatan untuk membawa cerita Nusantara melampaui batas geografis. Memperkenalkan warisan budaya melalui bahasa yang universal: gerak, musik, cerita, dan pertunjukan. (Hil - Fitria Trisna)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....