Warga Padati Karnaval Budaya 'Sragen Batik Heritage Fest 2026'
- 04 Okt 2026 06:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Ribuan warga dari berbagai komunitas tumpah ruah meramaikan karnaval budaya Sragen Batik Heritage Fest 2026 yang dihelat pada Sabtu 3 Oktober 2026 sore. Peserta tampak antusias berjalan kaki mengenakan beragam kostum unik berbalut ciri khas batik, menyusuri rute sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dari Jalan Urip Sumoharjo Sragen, melewati Jalan Ahmad Yani, hingga finis di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen.
Barisan karnaval dipimpin langsung oleh Tim Paskibraka yang berada di posisi terdepan sebagai pemandu. Sementara itu, Bupati, Wakil Bupati, bersama rombongan tamu VIP tampak bersiap dan menyambut kedatangan peserta di bawah tenda khusus yang berlokasi di Taman Mangkubumi, Sragen.
Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, warga tampak memenuhi sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan jalannya prosesi karnaval. Rombongan yang melibatkan sekitar 1.500 peserta tersebut secara resmi dilepas pada pukul 15.05 WIB oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Tugiyono, bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen, Cosmas Edwi Yunanto.
Dengan tempo perjalanan yang disesuaikan agar tidak tertinggal terlalu jauh, para peserta berjalan selama kurang lebih 30 menit. Setibanya di hadapan panggung kehormatan dan tenda VIP, masing-masing kelompok peserta menunjukkan performa terbaik mereka.
Penampilan pembuka dimulai dari Sanggar Serambi Sukowati, yang kemudian dilanjutkan oleh Sanggar Sangir dari Krikilan, Kalijambe, Sragen; perwakilan pelajar dari SMKN 1 Plupuh serta berbagai SMP, SMA, dan SMK; hingga penampilan dari beragam komunitas seni seperti tim Tari Balung Buto dari Desa Manyarejo, Plupuh, Sragen.
Salah satu sorotan menarik datang dari kontingen Suku Sangir Krikilan yang menurunkan 15 personelnya dalam karnaval tersebut. Koordinator Suku Sangir Krikilan Kalijambe, Putut Ari Wibowo (43), menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka bertujuan untuk mengangkat kembali identitas Suku Sangir yang diyakini sebagai suku tertua di Jawa dari zaman purba.
Keberadaan kelompok ini turut memperkuat branding Sragen dengan tagline "Sragen The Land of Java Man". "Suku Sangir ini berawal dari Kelompok Theater Sangir yang berdiri sejak 2019. Kami hampir setiap hari bertemu untuk berdiskusi. Dalam performance, kami lebih mengedepankan improvisasi," ujar Putut.
Ia menambahkan, kelompok seni Suku Sangir terus berkembang dalam rangka mendukung eksistensi Desa Wisata Krikilan. Dalam penampilannya, mereka menggunakan kostum berbahan sintetis serta memanfaatkan limbah arang batok kelapa dari pabrik setempat untuk melumuri tubuh (angus).
"Dulu pernah pakai kulit beneran tetapi gampang rusak. Sekarang pakai kostum dengan bahan sintetis," ucapnya. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....