Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII Digelar di Siti Hinggil
- 02 Okt 2026 21:17 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII menjadi momentum bagi keluarga dan lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat untuk kembali mengenang pesan sang Sinuhun mengenai harapan terbentuknya Daerah Istimewa Surakarta.
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan pesan tersebut masih menjadi bagian dari ingatan keluarga hingga kini.
Menurut Gusti Moeng, Sinuhun Pakubuwono XII pernah menyampaikan harapan agar Daerah Istimewa Surakarta memiliki dasar hukum dan dapat diundangkan oleh pemerintah.
“Harapan kami pastinya Sinuhun berarti kan sudah haul yang ke-18, tapi beliau waktu mau wafat memberikan pesan supaya Daerah Istimewa Surakarta itu bisa diundangkan,” ujar Gusti Moeng, Jumat 2 Oktober 2026.
Ia mengatakan, harapan tersebut bahkan menjadi pesan yang dibawa Sinuhun Pakubuwono XII hingga akhir hayatnya. Namun, ketika sang Sinuhun wafat pada 2004, harapan tersebut belum terwujud dalam bentuk undang-undang. “Yang dibawa sampai beliau wafat, surat belum terwujud itu,” ucapnya.
Pesan tersebut kembali dikenang bertepatan dengan Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII yang akan digelar pada Minggu 4 Oktober 2026. Rangkaian haul dipusatkan di Siti Hinggil Karaton Surakarta Hadiningrat.
Gusti Moeng mengatakan, tahlilan akan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB setelah azan Zuhur. Kegiatan tersebut akan diikuti para sentono, abdi dalem garap, serta abdi dalem lainnya di lingkungan Karaton Surakarta. “Besok tanggal 4 di Setinggil jam 11 siang akan mulai tahlil setelah azan Zuhur,” katanya.
Pemilihan Siti Hinggil sebagai lokasi haul berkaitan dengan proses penataan dan penyatuan berbagai benda karaton di kawasan utama Karaton Surakarta. Sejumlah benda, termasuk gamelan dan koleksi museum, tengah menjadi bagian dari proses penataan dalam rangka revitalisasi kawasan karaton.
Menurut Gusti Moeng, pelaksanaan haul di Siti Hinggil bukan sesuatu yang baru. Kawasan tersebut sebelumnya juga pernah digunakan untuk kegiatan serupa ketika akses menuju kawasan utama karaton mengalami keterbatasan.
Selain tahlilan, pada Minggu pagi juga dijadwalkan paparingan ganjaran pangkat sesepuhan bagi sejumlah abdi dalem. Jumlah penerima kenaikan pangkat baru relatif terbatas karena sebagian besar diberikan kepada abdi dalem yang telah menjalankan tugas dalam berbagai kegiatan karaton.
“Ganjaran pangkat sesepuhan ini yang baru pastinya hanya sedikit, karena ini kebanyakan kenaikan maupun pangkat kemarin, yang pada nyambut gawe atau bekerja untuk Jumenengan Sinuwun Pakubuwono XIV” jelasnya.
Rangkaian Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Senin 5 Oktober 2026. Rombongan keluarga dan lingkungan Karaton Surakarta dijadwalkan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB.
Bagi keluarga Karaton Surakarta, haul tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mendoakan dan mengenang leluhur. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk merawat ingatan terhadap perjalanan, pesan, dan pemikiran Sinuhun Pakubuwono XII.
Di tengah proses revitalisasi dan penataan kawasan karaton, pesan mengenai Daerah Istimewa Surakarta kembali menjadi bagian dari refleksi dalam haul tahun ini. Pesan tersebut menunjukkan bahwa warisan seorang raja tidak hanya berupa tradisi dan benda-benda bersejarah, tetapi juga gagasan yang terus dikenang generasi penerus. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....