Gunung Bibi Boyolali, Fakta Purba dan Mitos Pelindung Merapi

  • 30 Sep 2026 13:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Gunung Bibi di Kabupaten Boyolali menyimpan cerita yang tidak biasa. Di satu sisi, kawasan ini memiliki jejak geologi purba, sementara di sisi lain masyarakat setempat mengenalnya melalui berbagai mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Secara geografis, Gunung Bibi berada di kawasan timur Gunung Merapi dan termasuk wilayah Kabupaten Boyolali. Kawasan hutannya menjadi bagian dari Taman Nasional Gunung Merapi dan memiliki fungsi penting dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Salah satu fakta penting tentang Gunung Bibi berkaitan dengan usianya. Penelitian Sri Mulyaningsih, Sampurno, Yahdi Zaim, Deny Juanda Puradimaja, Sutikno Bronto dan Darwin Alijasa Siregar dalam Indonesian Journal on Geoscience tahun 2006 menyebut aktivitas vulkanik di Bibi berdasarkan penanggalan K/Ar pada lava andesit telah berlangsung sekitar 0,67 juta tahun lalu.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa Gunung Bibi merupakan bagian dari sejarah panjang perkembangan kawasan vulkanik Merapi. Karena itu, anggapan bahwa Bibi merupakan gunung yang jauh lebih tua dibandingkan Merapi modern memiliki dasar geologi, meskipun penyebutan sebagai “ibu Merapi” lebih tepat ditempatkan sebagai istilah budaya atau sejarah geologi populer.

Dari sisi lingkungan, Gunung Bibi juga bukan kawasan kosong tanpa kehidupan. Penelitian Puspita Ratna Susilawati dalam Jurnal Penelitian Universitas Sanata Dharma tahun 2017 menemukan 12 spesies lichen fruticose dan 12 spesies lichen foliose di Bukit Bibi.

Penelitian yang lebih baru oleh Irfan Agus Nugroho, Ananda Briliana Romadhona, Christabel Reviana Septianingtyas, Laila Nurul Ilma, Ari Satia Nugraha, Pairah, Ludmilla Fitri Untari dan Andhika Puspito Nugroho dalam BIOTROPIA tahun 2025 juga menemukan 36 spesies lichen dari 13 famili di hutan Gunung Bibi. Peneliti menyebut perbedaan komposisi lichen antarlokasi menunjukkan adanya perbedaan kualitas udara di kawasan tersebut.

Lalu bagaimana dengan mitosnya? Sebagian masyarakat sekitar mempercayai Gunung Bibi sebagai pelindung dari abu atau awan panas Merapi, bahkan terdapat tradisi dan ritual tertentu yang berkaitan dengan penghormatan terhadap kawasan tersebut.

Kepercayaan itu tidak sama dengan fakta bahwa Gunung Bibi secara fisik mampu menghentikan awan panas Merapi. Dokumen kajian Pemerintah Kabupaten Boyolali justru menjelaskan bahwa perbukitan di utara Merapi, yang oleh masyarakat disebut Gunung Bibi, dapat menghalangi sebagian material erupsi menuju wilayah tertentu, tetapi risiko bencana tetap dapat menyebar melalui berbagai jalur.

Dengan demikian, Gunung Bibi memiliki dua sisi yang sama-sama menarik untuk dipahami. Fakta ilmiah memperlihatkan jejak gunung purba dan ekosistem yang kaya, sedangkan mitos menunjukkan bagaimana masyarakat membangun hubungan budaya dengan lingkungan di sekitar Merapi.

Bagi masyarakat Boyolali, Gunung Bibi bukan sekadar bentang alam di antara permukiman dan Merapi. Ia menjadi bagian dari sejarah geologi, ruang hidup berbagai organisme, sekaligus warisan cerita yang membuat kawasan tersebut tetap memiliki tempat khusus dalam ingatan masyarakat. (AR)

(Arifin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....