Profesi Ilegal yang Menjadi Gema Hiburan Masyarakat
- 25 Sep 2026 05:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Blora di Jawa Tengah berbatasan langsung dengan Jawa Timur dan dikenal memiliki hutan jati yang sangat luas membentang.Luas hutan jati tersebut mencapai sekitar 90.801 hektare, hampir setengah wilayah Kabupaten Blora yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Pada masa kolonial Belanda, Blora menjadi wilayah strategis karena kekayaan hutan jatinya yang melimpah dan berkualitas tinggi sekali. Pada dekade 1920-an, sekitar lima puluh persen wilayah Blora berupa hutan jati, tertinggi dibandingkan daerah lain Pulau Jawa.
Setelah Indonesia merdeka, hutan jati Blora mengalami eksploitasi besar, terutama akibat kebutuhan pembangunan dan perubahan pengelolaan kehutanan nasional. Kekayaan hutan menjadi komoditas penting sekaligus memunculkan dinamika sosial masyarakat sekitar yang bergantung pada sumber daya alam tersebut.
Pasca Reformasi 1998, tekanan ekonomi dan inflasi mendorong warga sekitar hutan menebang serta mengambil kayu jati secara ilegal. Fenomena tersebut kemudian melahirkan profesi blandhong, yakni aktivitas pengambilan kayu jati secara ilegal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Profesi blandhong menginspirasi seniman lokal menciptakan Gendhing Blandhong sebagai karya tayub yang merekam realitas kehidupan masyarakat sekitar hutan. Kelahiran gendhing tersebut menunjukkan kreativitas seniman Blora dalam mengolah pengalaman sosial menjadi hiburan tradisional yang dekat dengan masyarakat.
Dalam pertunjukan tayub, Gendhing Blandhong sering hadir pada Sedekah Bumi atau hajatan besar masyarakat wilayah sekitar hutan jati. Gendhing ini menjadi simbol identitas kelompok sekaligus menghadirkan ruang kehormatan dan hiburan bagi buruh yang mengalami tekanan ekonomi.
Hingga kini, Gendhing Blandhong tetap dirawat grup tayub Blora, termasuk Tayub Sri Margo Mulyo dan Suko Laras. Popularitasnya menunjukkan seni tradisional Blora tumbuh dari pengalaman, kerja keras, serta solidaritas sosial masyarakat penjaga hutan jati terdahulu.(Dhimas Mahasiswa Magang ISI Ska)
Referensi:
- https://www.kompasiana.com/lutfillah92854/699b0b8634777c378e1964a3/jati-blora-dari-euforia-merdeka-ke-tantangan-keberlanjutan
- https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/18356/1/1803018004_Edi%20Sudi%20Hartono_Tesis%20Full%20-%20Edi%20Sudihartono.pdf
- https://www.perhutani.co.id/jati-denok-gubug-payung-dan-jati-tua/
- https://eprints.uny.ac.id/24791/2/2.%20BAB%201.PDF)(https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/31588)
- https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/31588
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....