KKN ISI Surakarta Visualisasikan Umbul Kemanten lewat Tari Tirtadhara

  • 24 Agt 2026 17:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten, menghadirkan karya seni tari bertajuk Tirtadhara Kemanten sebagai upaya memvisualisasikan potensi desa melalui seni. Karya tersebut merepresentasikan keindahan alam Umbul Kemanten sekaligus pentingnya air bagi kehidupan masyarakat Desa Sidowayah.

Karya Tirtadhara Kemanten menyampaikan pesan tentang nilai budaya, kehidupan sosial masyarakat, serta pentingnya menjaga kelestarian alam. Pesan tersebut divisualisasikan melalui gerak tari yang menggambarkan makna kesuburan, keberlanjutan, dan keindahan.

Secara makna, “Tirtadhara” menggambarkan aliran air sebagai sumber kehidupan, sedangkan “Kemanten” merujuk pada Umbul Kemanten sebagai potensi wisata dan sumber daya alam yang bermanfaat bagi masyarakat. Konsep tersebut diwujudkan melalui perpaduan bahasa gerak, musik, dan ekspresi tari sebagai gambaran keharmonisan manusia dengan alam.

Karya Tirtadhara Kemanten ditampilkan melalui kolaborasi masyarakat Desa Sidowayah dan siswa SMAN 1 Polanharjo. Penampilan tersebut digelar dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hadeging Desa Sidowayah ke-114 di Umbul Siblarak, Senin, 17 Agustus 2026.

Penampilan tari ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap potensi seni dan budaya lokal. Melalui karya tersebut, potensi yang dimiliki Desa Sidowayah diperkenalkan kepada masyarakat dengan pendekatan seni pertunjukan.

Selain ditampilkan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hadeging Desa Sidowayah, Tirtadhara Kemanten juga diangkat sebagai tema utama oleh Tim KKN ISI Surakarta. Tim tersebut menjadi konseptor Kirab Budaya Kecamatan Polanharjo yang digelar pada 18 Agustus 2026 di Kabupaten Klaten.

Kehadiran karya ini diharapkan mampu memperluas pengenalan terhadap potensi Desa Sidowayah sekaligus menunjukkan kemampuan seni sebagai media promosi, edukasi, dan penguatan identitas daerah. Karya tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengolah kearifan lokal menjadi karya seni yang memiliki nilai estetis, edukatif, dan ekologis.

Melalui Tirtadhara Kemanten, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjaga Umbul Kemanten dan berbagai sumber daya alam lainnya sebagai warisan bersama. Karya seni pertunjukan tersebut sekaligus menunjukkan peran seni dalam pelestarian budaya, penguatan pariwisata berbasis masyarakat, serta penyampaian pesan lingkungan secara kreatif.(Aris Murtono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....