Tradisi Sebaran Apem Keong Mas Pengging, Tarik Wisatawan Boyolali
- 08 Agt 2026 15:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi budaya masyarakat Kabupaten Boyolali khususnya wilayah Pengging, Kecamatan Banyudono, yakni Sebaran Apem Kukus Keong Mas kembali diadakan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Agenda ini memang rutin digelar setiap tahun.
Acara dimulai dari kirab yang dimeriahkan masyarakat di sepanjang jalan dari Kantor Kecamatan Banyudono hingga area Alun-alun Pengging. Sebaran Apem Kukus Keong Mas ini juga turut dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana, Ketua TP PKK, Dita Agus Irawan hingga jajaran Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Agus Irawan mengatakan bahwa acara Sebaran Apem Kukus Keong Emas merupakan salah satu warisan budaya Boyolali yang memiliki nilai luhur dan sebagai lambang rasa syukur kepada Allah SWT, wujud semangat kebersamaan, saling menolong, serta penghormatan atas ajaran luhur Raden Ngabei Yasadipura.
"Saya mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa memegang teguh semangat gotong royong, memperkuat kerukunan, serta melestarikan tradisi dan budaya, demi membangun Kabupaten Boyolali yang semakin maju, makmur, lestari, dan berkepribadian berkebudayaan," kata Agus Irawan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Candra Irawan berharap dengan adanya acara Sebaran Apem Kukus Keong Mas yang rutin diadakan setiap tahun, bisa mendongkrak pariwisata.
"Harapan dari kegiatan ini, meningkatkan kunjungan pariwisata ke Boyolali, kemudian nguri-uri budaya yang ada di Boyolali, sehingga bisa meningkatkan daya saing daerah," katanya menambahkan.
Sebagai informasi, Sebaran Apem Kukus Keong Emas telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2020, sehingga pelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam sejarahnya, agenda tahunan ini bermula dari kisah seorang Pujangga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sekaligus sebagai Ulama besar penyebar Agama Islam di wilayah Pengging, Raden Ngabehi (R. Ng) Yasadipura yang didatangi oleh seorang petani dengan keluhan pertaniannya diganggu oleh hama keong berwarna kuning.
R. Ng Yasadipura kemudian memerintahkan agar petani membuat kue apem yang dibungkus menggunakan janur dan dibentuk kerucut menyerupai keong. Apem tersebut, sambungnya lagi, didoakan oleh R. Ng. Yasadipura bersama ulama lain yang kemudian diletakkan di halaman Masjid Agung Cipta Mulya dan mempersilahkan masyarakat untuk mengambilnya agar mendapatkan berkah.
Kisah ini diceritakan langsung Ketua Ritual yang merupakan Abdi Dalem Keraton yakni Kanjeng Pangeran (KP) Siswantodiningrat. Dirinya juga menjelaskan apem yang disebar pada tahun ini berjumlah sekitar 30 ribu, terdiri dari apem kukus keong mas dan apem biasa. (Kis/JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....