Emparty 2026 Art For Humanity Event Penuh Makna di TBJT Jateng
- 05 Agt 2026 14:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Ketika teknologi memungkinkan manusia terhubung tanpa batas, justru jarak antar manusia terasa semakin nyata. Kita hidup dalam limpahan informasi, tetapi semakin miskin perhatian. Kita menyaksikan penderitaan hadir setiap hari melalui layar-layar digital, namun perlahan kehilangan kemampuan untuk benar-benar merasakan. Yang berulang akhirnya menjadi biasa, yang semestinya menggugah hati perlahan berubah menjadi sekadar data, statistik, dan lalu lintas berita. Di tengah kondisi tersebut, pertanyaan yang patut diajukan bukanlah apakah seni masih
relevan, melainkan apakah tanpa seni kita masih mampu mempertahankan kemanusiaan.
Seni sejak awal tidak pernah diciptakan hanya untuk menghadirkan keindahan. Ia lahir sebagai cara manusia memahami dirinya sendiri, merawat ingatan kolektif, mengkritik kekuasaan, mempertanyakan ketidakadilan, dan membayangkan masa depan yang lebih baik. Setiap karya pada hakikatnya adalah percakapan yang tidak selesai, sebuah undangan untuk melihat dunia melalui pengalaman orang lain. Dalam ruang itulah empati tidak diajarkan sebagai konsep moral, tetapi dialami sebagai pengalaman estetik yang mengubah cara kita memandang sesama.
Kegelisahan- kegelisahan itulah yang membuat seniman ingin terus berkontribusi . Event Emparty Art Fest juga berangkat dari keyakinan tersebut. Festival ini tidak dibangun sebagai ruang selebrasi seni semata, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang manusia. Ketua pergelaran visual Barat Sena mengungkapkan nama Emparty (perjumpaan antara empathy dan party) menawarkan sebuah gagasan bahwa empati bukanlah emosi yang pasif, melainkan tindakan kultural yang harus terus dipelihara dan dirayakan. Di tengah kecenderungan dunia yang semakin individualistik, kami percaya bahwa merayakan empati merupakan bentuk keberanian sosial. Karena itu, keberagaman dalam Emparty Art Fest bukan sekadar persoalan menghadirkan berbagai medium artistik atau melibatkan seniman dari latar belakang yang berbeda. Keberagaman adalah cara kami memandang dunia. Seni lukis, teater, fotografi, instalasi, keramik, seni pertunjukan, seni keris, seni instalasi, hingga praktik-praktik artistik lainnya dipertemukan bukan untuk menegaskan batas disiplin, melainkan untuk menunjukkan bahwa setiap bentuk ekspresi memiliki hak yang sama dalam menyuarakan pengalaman manusia.
" Emparty itu singkatan dari empati dan party atau pesta , yang datang dari komunitas, generasi, identitas, dan pengalaman yang berbeda, namun dipersatukan oleh keyakinan bahwa seni selalu
menemukan maknanya ketika hadir bagi kehidupan bersama," kata Barata Sena saat membuka kegiatan Selasa (4 Agustus 2026)
Kegiatan yang digelar di kompleks Taman Budaya Jawa Tengah itu berlangsung dari tanggal 4 hingga 10 Agustus 2026 mendatang. Setiap harinya terdapat pementasan yang berbeda yakni tari, teater, musik dan lainnya, Sementara untuk pameran seni rupa dan instalasi dapat dinikmati di galeri TBJT Surakarta dari pukul 10.00 hingga 23.00 Wib. Kegiatan Emparty didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah , Pemerintah kota Surakarta, ISI Surakarta, Taman Budaya Jawa Tengah, sponsor , seniman-seniwati Solo raya dan volunter. Emparty Art Fest melibatkan 377 seniman, terdiri dari 50 seniman lukis, 10 seniman instalasi, 50 seniman teater, 17 pelajar berbakat seni , 70 seniman fotografer, 5 seniman mural, 2 seniman keramik, 10 seniman keris dan 180 seniman pertunjukkan,
Sementara itu Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo dalam sambutannya mengatakan seni mempersatukan kita dalam empati dan party melakukan kepedulian sesama dan merayakannya untuk sesama," ujar Giring penuh semangat.
Harapannya setiap karya dalam Emparty Art Fest dapat dihargai dengan bijak , hasil penjualan karya akan disalurkan kepada kaum duafa yang membutuhkan empati. ( Ita Wijayanti )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....