Sehari Jelang Grebeg Jatinom, Dua Gunung Apem Dikirab menuju Komplek Masjid Gede
- 31 Jul 2026 16:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Sehari menjelang puncak Grebeg Saparan Jatinom Klaten atau Grebeg Yaa Qowiyyu digelar kirab gunungan apem. Dua gunungan apem tersebut dikirab dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju komplek Masjid Gede Jatinom sebagai bentuk serah terima dari Pemerintah Kecamatan Jatinom kepada Yayasan Ki Ageng Gribig.
Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig KRT Mohammad Daryanto Rekso Hastonodipuro mengatakan dua gunungan yang dikirab tersebut merupkan bentuk simbul sodaqoh warga Jatinom. Mereka yang melakukan sodaqoh apem tersebut datang dari berbagai wilayah seperti Boyolali, Solo, Sukoharjo, Karanganyar dan wilayah lain.
“Ini adalah kirab gunungan.Jadi yang dikirabkan itu ada dua gunungan ini merupakan simbul dari sodaqohnya warga Jatinom dan sekitarnya bahkan diluar wilayah Kadipaten Klaten dari boyolali, sukoharjo, Karanganyar, dari Solo itu sendiri. Acara ini adalah srah tinampi penyerahan gunungan apem dari Kecamatan kepada Yayasan Ki Ageng Gribig,” kata Mohammad Daryanto, Kamis 30 Juli 2026.
Dikatakan, dua Gunungan Apem yang semayamkan di Pendopo Komplek Masjid Gede Jatinom tersebut kemudian setelah selesai Sholat Jumat dikirabkan kembali menuju oro-oro Plampyen atau tanah Lapang Plampeyan lolasi penyebran apem. Gunungan apem tersebut dibawa oleh para Santri Ki Ageng Gribig.
Dia juga menyebut, tradisi sodaqohan apem di Jatinom tersebut sudah berlangsung lebih dari 400 tahun dan tidak pernah berhenti sampai saat ini.
Sementara suasana di wialyah itu menjelang pelaksanaan grebeg Yaa Qowiyyu sudah cukup ramai oleh masyarakat yang melakaukan aktivitas ekonomi. Sepanjang jalan menuju Masjid Gede atau komplek Plampyen sudah berjajar para pedagang aepm dan lainnya. Demikainsalah seoarng warga setempat Dwi.
“Kondisi saat ini di jatinom sudah lumayan ramai. Kondisi dilapangan sudah banyak UMKM yang julan apem terutama yang menuju pintu masuk masjid Gede,” Katanya.
Dwi menyebut untuk tradisi sebar apem sendiri akan berlangsung setelah sholat jumat setelah upacara seremonial. Adam Sutanto
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....