Tokoh Arjuna Relevan Jadi Teladan Pengendalian Diri di Era Modern
- 16 Jul 2026 18:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Tokoh Arjuna dalam pewayangan dinilai masih relevan menjadi teladan bagi masyarakat modern, terutama dalam membangun karakter melalui pengendalian diri, kesetiaan, dan kecerdasan. Nilai-nilai tersebut dirasa tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Dosen Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Drs. RT Widodo Ari Wibowo, M.Sos., mengatakan Arjuna bukan sekadar sosok ksatria yang dikenal karena ketampanannya. Menurutnya, karakter Arjuna dibangun melalui perjalanan spiritual dan berbagai ujian yang mengajarkan kecerdasan berpikir, kesetiaan, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
"Yang diketengahkan adalah pengendalian diri, kesetiaan, dan kecerdasan. Nilai-nilai itu lebih cocok dipahami sebagai kesadaran manusia untuk membangun dirinya," ujar Ari dalam program Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, 8 Juli 2026. Ia menjelaskan, perkembangan kisah Arjuna dari India hingga Jawa menunjukkan perubahan orientasi dari teologis menuju nilai-nilai kemanusiaan atau antroposentris.
Menurut Ari, perjalanan Arjuna dalam lakon Arjuna Wiwaha, Mintaraga, maupun Begawan Ciptaning memperlihatkan bagaimana seorang pemimpin harus mampu menghadapi berbagai godaan tanpa kehilangan tujuan hidupnya. Nilai tersebut, katanya, menjadi simbol penting dalam membentuk karakter seseorang di kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, konsep budaya Jawa mengenal empat kesadaran utama, yakni heneng, hening, awas, dan eling. Keempatnya menggambarkan ketenangan batin, kejernihan berpikir, kewaspadaan terhadap masa depan, serta kemampuan berefleksi terhadap pengalaman masa lalu.
Ari menilai masyarakat saat ini masih dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan modern, termasuk dalam membangun hubungan sosial, mengambil keputusan, maupun menjaga integritas diri. Menurutnya, Arjuna bukan hanya tokoh pewayangan, tetapi juga representasi manusia yang terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Menutup dialog, Ari mengajak generasi muda untuk melihat pewayangan bukan sekadar warisan budaya, melainkan sumber pembelajaran karakter yang tetap relevan. "Kesadaran untuk menghidupkan kembali nilai-nilai itu ada pada diri kita sendiri. Dari situlah tokoh Arjuna tetap bermakna hingga sekarang," ujarnya. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....