Gelar Budaya Sesarengan Mbangun Karanganyar Sukses Sedot Atensi Warga
- 19 Jun 2026 15:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Yayasan Pendapa Budaya Indonesia sukses menggelar agenda akbar "Gelar Budaya Sesarengan Mbangun Karanganyar" melalui pementasan ketoprak kolosal di Gedung Teater Karanganyar pada Kamis, 18 Juni 2026, malam.
Pagelaran seni tradisional yang mengangkat lakon sejarah "Babad Karanganyar" tersebut diselenggarakan secara megah sebagai upaya masif pemerintah dalam menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur. Ratusan warga dari berbagai lapisan sosial terpantau sudah memadati area gedung pertunjukan sejak sore hari demi menyaksikan kilas balik sejarah lahirnya Bumi Sukowati yang dikemas secara interaktif.
“Budaya adalah akar yang menguatkan jati diri kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Bupati Karanganyar, Rober Christanto.
Rober menyampaikan pagelaran ini sengaja dirancang bukan sekadar untuk memberikan tontonan hiburan yang megah bagi masyarakat umum. Pemerintah daerah memproyeksikan agenda kebudayaan tahunan ini sebagai instrumen strategis untuk memperkuat karakter kolektif publik sekaligus meneguhkan identitas lokal di tengah derasnya arus modernisasi global.
Langkah turun langsungnya jajaran pimpinan daerah ke atas panggung pertunjukan juga menjadi simbol kedekatan kultural antara pemimpin dan rakyatnya.
“Sesarengan membangun Karanganyar juga berarti sesarengan merawat budaya yang menjadi kebanggaan kita bersama. Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan,” ucapnya.
Dinamika pementasan sejarah di atas panggung teatrikal tersebut terasa semakin hidup dan berbobot berkat keterlibatan aktif dari jajaran Komandan Kodim 0727/Karanganyar yang berkolaborasi dengan para seniman lokal. Kehadiran duet pelawak legendaris tanah air, Yati Pesek dan Marwoto, juga berhasil memecah suasana lewat sajian humor segar yang cerdas namun tetap sarat akan muatan nilai edukasi moral.
Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa pelestarian seni tradisional di Kabupaten Karanganyar mampu menjadi ruang pemersatu yang merangkul seluruh elemen elemen masyarakat.
“Budaya adalah akar yang menguatkan jati diri kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Rober.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....