Tema Nirmala Nusantara Jadi Refleksi Festival Jenang Solo 2026

  • 15 Feb 2026 14:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Festival Jenang Solo 2026 mengusung tema Nirmala Nusantara sebagai refleksi spiritual dalam menyambut Hari Jadi ke-281 Kota Surakarta. Tema ini diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian pre event di CFD Slamet Riyadi, Minggu, 15 Februari 2026.

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Jenang Indonesia, KGPH Dipokusumo menjelaskan, kata Nirmala memiliki makna mendalam. Secara filosofi, Nirmala berarti bersih dari mala atau sifat-sifat buruk dalam diri manusia.

“Nirmala artinya tidak ada mala atau keburukan. Dengki, iri, amarah, dan hal-hal negatif itu harus dihilangkan agar energi kita suci,” ujarnya.

Menurut KGPH Dipokusumo, jenang bukan sekadar kuliner tradisional, melainkan simbol doa dan kebersamaan. Dalam tradisi Jawa, jenang kerap hadir dalam berbagai upacara adat sebagai wujud harapan dan permohonan keselamatan.

“Jenang lekat dengan sejarah berdirinya Surakarta, sehingga festival ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang identitas budaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Festival Jenang Solo 2026, Heru Dwi Hartanto mengatakan, tema Nirmala Nusantara dipilih sebagai bentuk keprihatinan atas berbagai musibah yang terjadi di Indonesia. Panitia berharap melalui festival ini tumbuh semangat kebersamaan dan optimisme.

“Kami ingin melalui tema Nirmala Nusantara, masyarakat diajak membersihkan diri dari hal-hal negatif dan bersama-sama menjaga budaya,” ujarnya. Ia menambahkan, Festival Jenang juga menjadi wujud syukur atas perjalanan panjang Kota Surakarta.

Festival Jenang Solo 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 di Koridor Ngarsopuro. Ribuan jenang dari berbagai daerah akan ditampilkan sebagai representasi kekayaan kuliner Nusantara.

Melalui tema Nirmala Nusantara, Festival Jenang Solo tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan. Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga keluhuran budi dan warisan tradisi di tengah perkembangan zaman. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....