Pakar Greenhouse dan UPNVYK Bongkar Rahasia Melon Hidroponik Berkualitas Tinggi
- 21 Sep 2026 10:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agroteknologi UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVYK) kembali mengedukasi publik melalui perilisan program Agropedia episode 53. Mengusung semangat pertanian modern, episode kali ini menyoroti inovasi budi daya melon segar dan manis yang diproduksi tanpa menggunakan media tanah, melainkan mengandalkan efisiensi metode hidroponik.
Berlokasi di fasilitas Plantasia Greenhouse, Aditiyo Priyoga merupakan salah satu staf ahli di fasilitas tersebut. Ia membedah keunggulan komparatif hidroponik dibandingkan dengan pertanian konvensional.
Dalam pemaparannya, Aditiyo menjelaskan bahwa sistem hidroponik mengganti tanah dengan media alternatif seperti cocopeat yang dialiri air bernutrisi. Perubahan media tanam ini memberikan kontrol mutlak bagi petani terhadap perkembangan tanaman.
"Kelebihan dari budi daya melon hidroponik ini yang pasti buahnya lebih manis," ucap Aditiyo. Ia menambahkan bahwa sistem ini jauh lebih efisien karena manajemen nutrisi serta pengendalian hama dan penyakit berjalan jauh lebih terkontrol daripada sistem penanaman di lahan terbuka (non-hidroponik).
Untuk memastikan suplai makanan tanaman, praktisi hidroponik menggunakan larutan pupuk AB Mix. Takarannya diukur secara presisi menggunakan satuan PPM (Parts Per Million), yang formulasinya disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari masing-masing merek nutrisi yang digunakan.
Lebih lanjut Aditiyo merincikan bahwa budi daya ini menuntut kedisiplinan alur kerja. Prosesnya merangkum persiapan media, penyemaian benih, manajemen air nutrisi, pemangkasan (pruning) daun dan pucuk, polinasi (penyerbukan), hingga tahapan krusial berupa seleksi buah.
Sebagai jaminan mutu, melon hidroponik tidak dipanen secara sembarangan. Sebelum dipetik, dikemas, dan dikirimkan ke pengepul, buah wajib melewati pengujian Test Brix terlebih dahulu. Jika kadar kemanisannya sudah memenuhi standar yang dipatok, barulah proses pascapanen dapat dilakukan.
Meski menawarkan hasil yang memuaskan dan sangat cocok diterapkan pada lahan terbatas, metode ini bukannya tanpa kendala. Aditiyo menyoroti bahwa tantangan terbesar bagi pembudidaya adalah menjaga rasio ukuran dan kualitas rasa. Membesarkan ukuran buah melon sekaligus mempertahankan tingkat kemanisannya agar tetap tinggi merupakan tingkat kesulitan tersendiri dalam praktik hidroponik.
Oleh karena itu, kunci sukses dari metode pertanian modern ini terletak pada ketelatenan tingkat tinggi. Petani dituntut sabar dan teliti sejak masa awal tanam hingga akhir, yang mencakup keakuratan racikan nutrisi, perlakuan media tanam yang benar, serta observasi lingkungan yang ketat untuk mengantisipasi serangan hama serangga maupun penyakit jamur. (Lutfan – UIN RMS/Magang RRI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....