Sempat Anjlok, Harga Emas di Kota Solo Mulai Berangsur Naik dan Stabil

  • 09 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Harga emas perhiasan di Kota Solo mulai berangsur naik setelah sempat mengalami penurunan tajam dalam dua pekan terakhir. Pedagang menyebutkan bahwa harga emas kini kembali menguat sekitar Rp50 ribu per gram dan mulai stabil, meski daya beli masyarakat belum pulih.

Pemilik toko emas di Pasar Legi Solo, Bayu Murti, mengatakan bahwa sebelumnya harga emas sempat anjlok hingga hampir Rp100 ribu per gram. Namun, dalam sepekan terakhir harga kembali naik secara cepat (rebound) sebelum akhirnya bergerak stabil.

Menurut Bayu, kenaikan harga emas dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah, sedangkan penurunan sebelumnya dipicu oleh sentimen kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Meski harga mulai membaik, setiap toko emas masih menerapkan harga jual yang berbeda sesuai dengan kebijakan masing-masing," kata Bayu Murti kepada rri.co.id, Rabu, 8 Juli 2026.

Bayu menambahkan, transaksi jual beli saat ini relatif seimbang antara masyarakat yang membeli maupun menjual emas. Perhiasan yang paling banyak dicari adalah cincin dan gelang berukuran kecil, dengan rata-rata bobot 1 hingga 2 gram.

Adapun produk perhiasan emas yang ditawarkan meliputi, Kadar 30 persen seharga Rp1.000.000, Kadar 420 seharga Rp1.125.000, Kadar 50 persen seharga Rp1.170.000, dan Kadar 70 persen seharga Rp1.745.000.

Sementara itu, permintaan kalung terus menurun dan pembelian perhiasan berukuran besar semakin jarang terjadi karena melemahnya daya beli masyarakat, terutama pada musim kebutuhan biaya masuk sekolah.

Hal senada disampaikan oleh pegawai Toko Emas Gunting di Pasar Legi Solo, Umi Kulsum. Ia mengaku kondisi pasar masih sepi sejak setelah Lebaran. Ia menilai tingginya harga emas membuat banyak masyarakat menunda pembelian.

"Konsumen yang tetap membeli umumnya hanya memilih cincin emas berbobot sekitar setengah hingga satu gram, sedangkan pembelian dalam ukuran lebih besar hampir tidak ada," katanya.

Umi juga menyebutkan harga emas sebelumnya sempat turun hingga sekitar Rp100 ribu per gram dari posisi tertingginya. Namun, meski harga mulai bergerak naik kembali, aktivitas perdagangan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan karena daya beli masyarakat masih rendah. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....