Dampak Pemadaman Listrik di Solo,Permintaan Lilin dan Lampu Emergency Meningkat
- 20 Jun 2026 21:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Rentetan peristiwa pemadaman listrik yang melanda wilayah Kota Solo selama beberapa waktu terakhir membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pelaku usaha mikro. Salah satunya, penjualan alat penerangan alternatif seperti lilin dan lampu emergency (darurat) mengalami lonjakan permintaan yang cukup signifikan di pasaran.
Peningkatan penjualan tersebut salah satunya dirasakan langsung oleh Erwin Sarifudin, seorang pemilik warung kelontong yang beroperasi di kawasan Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Ia mengaku omzet pendapatan harian dari penjualan lilin di tokonya terkerek naik seiring dengan tingginya frekuensi pemadaman listrik secara bergiliran yang terjadi selama beberapa hari belakangan.
“Ya, alhamdulillah selama banyak listrik mati, omzet penjualannya agak meningkat. Daripada bulan-bulan yang lalu kan enggak ada listrik mati. Ini setelah banyak listrik yang padam, omzet penjualan lilin agak meningkat,” ujar Erwin.
Erwin menambahkan, volume penjualan lilin batangan di lapaknya kini meningkat tajam hingga lima sampai enam kali lipat dari rata-rata hari biasa. Dari yang biasanya hanya terjual satu pak (pax).
Kendati barang tersebut tengah diburu dan menjadi komoditas langka di tengah masyarakat, Erwin menegaskan enggan bersikap aji mumpung dengan menaikkan harga jual secara sepihak demi meraup untung instan.
Ia tetap menjual satu pak lilin dagangannya dengan harga Rp8.500,00. Guna mengantisipasi adanya potensi pemadaman total skala besar (blackout) yang lebih parah ke depan, Erwin berencana untuk segera menambah kuantitas stok lilin di warungnya.
Ditemui secara terpisah, Candra, salah satu pelaku usaha toko elektronik di kawasan Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, mengaku mengalami lonjakan penjualan untuk perangkat lampu emergency yang terhitung sangat masif.
“Emergency ya yang beli ya daerah-daerah sekitar sini yang mati-mati. Ya kemarin sih banyak ya orang (beli), ada di atas lima lebih lah lampu,” kata Candra saat ditemui, Sabtu, 20 Juni 2026.
Peningkatan arus pembelian lampu darurat tersebut diakui mulai terjadi sejak tiga hari terakhir. Produk lampu emergency dengan spesifikasi daya 18 watt menjadi varian yang paling dicari oleh konsumen karena dinilai mampu menghasilkan cahaya yang lebih terang. Berbicara urusan harga, perangkat portabel ini dipasarkan mulai dari Rp50.000,00 per unit. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....