Pemkot Solo Prioritaskan Pendampingan UMKM dari Perizinan hingga Akses Pasar

  • 03 Jun 2026 22:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui program pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bertajuk "Eskalasi Bisnis". Program ini dirancang komprehensif, tidak hanya menyasar bantuan modal, tetapi juga menyentuh aspek legalitas, manajemen, hingga strategi pemasaran digital.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan bahwa parameter utama keberhasilan pendampingan UMKM adalah adanya peningkatan pendapatan yang nyata bagi para pelaku usaha.

"Output-nya sederhana, yaitu peningkatan omzet. Apapun pelatihannya, kalau omzet tidak meningkat, berarti program tersebut belum memberikan manfaat maksimal," ujar Respati di sela pengarahan peserta program Graduasi Eskalasi Bisnis di Sekretariat Bersama Kepatihan, Solo, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Respati, dukungan pemerintah tidak melulu soal stimulan uang tunai. Perbaikan laporan keuangan, penguatan manajemen usaha, dan peningkatan kapasitas SDM dinilai sebagai bentuk bantuan yang lebih konkret dan berkelanjutan agar UMKM di Solo dapat "naik kelas".

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi, menjelaskan bahwa penguatan sektor ini dilakukan melalui UMKM Center. Terdapat empat layanan utama yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi masyarakat, yaitu:

Eskalasi Bisnis: Pelatihan, pendampingan, dan jejaring usaha.

Bantu Jual: Fasilitasi pemasaran ke marketplace dan katalog digital.

Bantu Modal: Pemberian alat produksi sesuai kebutuhan (seperti mesin jahit, alat boga, atau peralatan laundry).

Konsultasi Bisnis: Pendampingan pengurusan NIB, PIRT, sertifikat halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

"Kami memberikan bantuan alat yang benar-benar mendukung produktivitas. Selain itu, peserta yang sudah lulus (graduasi) tetap kami kawal dengan melibatkan mereka dalam pameran serta peluang pengadaan barang dan jasa pemerintah," kata Agung.

Keberhasilan program ini dirasakan langsung oleh Sulistyani Prabu Aji, pelaku usaha distribusi gas LPG asal Mojosongo, Solo. Sejak mengikuti program Eskalasi Bisnis pada Juli 2025, lini usahanya mengalami transformasi signifikan.

"Dulu usaha saya belum berizin dan pelanggan di bawah 10 orang. Setelah didampingi terkait legalitas, manajemen, dan strategi digital, sekarang pelanggan saya mencapai 100 orang dan saya sudah mampu mempekerjakan 8 karyawan," ucap Sulistyani.

Ia menambahkan, berbagai strategi promosi yang diajarkan oleh para mentor sangat efektif dalam memperluas jangkauan pasar dan menarik pelanggan baru di wilayah Surakarta dan sekitarnya. (SF)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....