Puncak Kekeringan, Kekurangan Air Bersih di Lereng Merapi Meluas

  • 04 Okt 2026 15:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Puncak musim kemarau mulai dirasakan semakin berat. Di lereng Gunung Merapi, kekurangan air bersih dilaporkan meluas. Warga harus berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sumber-sumber air mulai menyusut bahkan mengering.

“ Kondisi geografis dan topografi wilayah Lereng Merapi membuat pencarian sumber air menjadi sulit. Sumur bor harus dibuat sangat dalam dan beberapa upaya pencarian sumber air belum memberikan hasil yang memadai," ucap Dr. Nur Tjahjono S, S.Sos, M.P.P, M.Eng Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Relawan, Diklat dan PMR PMI Kabupaten Klaten membuka Acara Beranda Astacita Siaran Tanggap Bencana RRI Surakarta.

PMI bersama berbagai pihak melakukan dropping air bersih. Tetapi keterbatasan jumlah armada tangki dan meningkatnya permintaan membuat distribusi belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

Kekeringan dan krisis air bersih terjadi di wilayah Lereng Merapi, Kabupaten Klaten, terutama Desa Tegal Mulyo, Sidorejo, Tegalmulyo, Sidorejo, Tegowatu, dan Kendalsari. Kekeringan merupakan masalah yang berulang setiap tahun dan tahun ini semakin berat karena musim kemarau berlangsung cukup panjang.

Sukiman Tokoh Masyarakat Desa Sidorejo menggambarkan kondisi warga yang semakin kesulitan memperoleh air. Permintaan air tangki meningkat drastis sehingga warga harus mengantre. Embung yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan ternak juga mulai mengering.

Menurut Sukiman dan Nur Cahyono, pembangunan embung menjadi salah satu solusi jangka panjang yang dinilai lebih efektif, karena dapat menampung air dalam jumlah besar dan dimanfaatkan saat musim kemarau. Sukiman bahkan menyebut sudah tersedia lahan desa yang dapat digunakan untuk pembangunan embung.

"Untuk jangka pendek, warga masih membutuhkan bantuan dropping air dan dukungan donasi. Kebutuhan air bukan hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk ternak yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat," katanya.

Penanganan saat ini masih berfokus pada distribusi air bersih, sementara solusi yang diharapkan untuk menghadapi kekeringan berulang adalah pembangunan embung dan pencarian sumber air permanen. PMI mengajak berbagai pihak untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....