Optimalkan Produksi Singkong dengan Okulasi Mata Tunas

  • 20 Feb 2026 13:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Singkong merupakan salah satu komoditas pangan dan industri yang memiliki peran penting di Indonesia. Selain mudah dibudidayakan, singkong juga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Namun, hasil produksi singkong sering kali belum maksimal karena penggunaan bibit yang kurang unggul. Salah satu teknik yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas singkong adalah okulasi mata tunas.

Okulasi mata tunas adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara menempelkan satu mata tunas dari tanaman induk unggul ke batang bawah tanaman lain yang sehat dan berakar kuat. Metode ini bertujuan menggabungkan keunggulan dua tanaman, yaitu perakaran yang kuat dan sifat produksi yang tinggi.

Seperti yang dilansir dari https://www.facebook.com/kampustani/posts penerapan okulasi mata tunas pada budidaya singkong memberikan berbagai keuntungan. Di antaranya singkong hasil okulasi cenderung menghasilkan umbi lebih besar dan seragam. Di samping itu juga tanaman lebih cepat tumbuh karena memanfaatkan sistem perakaran yang sudah kuat.

Dengan okulasi mata tunas ini biasanya produksi umbi akan mempunyai kandungan pati lebih tinggi. Sehingga cocok untuk kebutuhan konsumsi maupun industri dan lebih tahan terhadap penyakit karena bibit berasal dari induk unggul yang telah diseleksi.

Dalam proses okulasi mata tunas pada singkong beberapa hal berikut yang perlu dipersiapkan, Di antaranya batang bawah singkong sehat, berumur 2–3 bulan, mata tunas dari tanaman singkong unggul, pisau okulasi yang tajam dan steril, plastik atau tali pengikat, serta alkohol atau air bersih untuk sterilisasi peralatan yang digunakan .

Untuk langkah eksekusinya dengaan cara membuat sayatan berbentuk huruf “T” atau garis lurus pada batang bawah. Kemudian mengambil mata tunas dari tanaman induk unggul dengan pisau tajam. Selanjutnya tempelkan mata tunas dalam sayatan batang induk hingga kambium saling bertemu kemudian ikat dengan plastik atau tali secara rapi agar mata tunas tidak bergeser

Setelah proeses okulasi selesai sudah barang tentu memerlukan perawatan bibit agar mata tunas dapat tumbuh optimal. Hal itu dilakukan dengan cara meletakkan tanaman di tempat teduh selama 1–2 minggu.

Tidak lupa untuk jaga kelembapan tanah, jangan terlalu kering atau tergenang. Lepas ikatan setelah mata tunas tumbuh dan menyatu dengan batang, dan pangkas tunas liar dari batang bawah agar nutrisi fokus ke tunas okulasi

Singkong hasil okulasi sebaiknya ditanam pada awal musim hujan agar kebutuhan air tercukupi. Di samping itu juga pemupukan seimbang, penyiangan rutin, dan pengendalian hama penyakit tetap perlu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Okulasi mata tunas merupakan teknik efektif untuk mengoptimalkan produksi singkong. Dengan memadukan batang bawah yang kuat dan mata tunas dari induk unggul, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih tinggi, kualitas umbi lebih baik, serta masa panen yang lebih efisien.

Berdasarkan hasil penelitian penerapan teknik ini sangat cocok bagi petani yang ingin meningkatkan produktivitas singkong secara berkelanjutan. (tono_LPU).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....