Pencatutan Wajah Pejabat Negara dalam Video AI Bantuan Presiden

  • 12 Sep 2026 08:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Praktik penipuan digital di platform TikTok kembali marak dengan ditemukannya video manipulatif yang menyebarkan informasi palsu mengenai pendaftaran Bantuan Presiden. Melalui akun "info.bantuan.presiden", pelaku mengunggah video yang menampilkan jajaran pejabat negara seperti Suahasil Nazara, Abdullah Azwar Anas, dan Budi Gunadi Sadikin.

Dikutip dari website resmi TurnBackHoax, dalam rekaman visual itu tiruan para pejabat tampak mengimbau warganet untuk segera mendaftarkan diri agar bisa mendapatkan bantuan pencairan dana. Pengunggah juga dengan sengaja menyantumkan nomor kontak WhatsApp pada bagian biodata serta kolom komentar demi mengarahkan korban ke proses pendaftaran mandiri.

Konten fiktif yang menyasar publik ini telah memancing antusiasme tinggi di ruang digital hingga ditonton serta dibagikan ulang oleh ratusan pengguna. Merespons temuan tersebut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo langsung melakukan verifikasi teknis untuk menguji keaslian rekaman video.

Indikasi awal kebohongan terlihat jelas dari gerakan bibir para pejabat yang tidak selaras dengan narasi suara yang diucapkan. Pengujian lanjutan menggunakan perangkat deteksi kecerdasan buatan di Hive Moderation kemudian mengonfirmasi bahwa video tersebut merupakan rekayasa AI atau deepfake dengan probabilitas mencapai 98,9 persen.

Penelusuran gambar pembanding membuktikan bahwa cuplikan visual aslinya diambil dari dokumentasi Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada Juni 2023 di situs menpan.go.id. Dokumentasi kegiatan lembaga pemerintah tersebut murni membahas agenda kerja antarkementerian dan sama sekali tidak berkaitan dengan program bantuan tunai.

Pemeriksaan terhadap nomor kontak WhatsApp yang tertera di profil pengunggah juga tidak menunjukkan adanya keterkaitan dengan kanal pelayanan resmi pemerintah. Kontak tersebut diduga kuat disiapkan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai sarana untuk menjalankan modus pencurian data pribadi.

Berdasarkan seluruh temuan verifikasi digital, tayangan pendaftaran bantuan tersebut dipastikan sebagai konten palsu. Masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai penggunaan teknologi rekayasa wajah dan tidak menyerahkan data sensitif kepada akun-akun tak resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....