Kabar Prabowo Penjarakan Luhut Adalah Hoaks

  • 26 Apr 2026 19:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook “Putra Madrim” baru-baru ini menyita perhatian publik. Video tersebut menarasikan klaim provokatif bahwa Presiden Prabowo akan memenjarakan Luhut Binsar Pandjaitan terkait masalah Bandara IMIP dan penanganan banjir di Sumatra.

Unggahan tersebut telah mendapatkan reaksi luas dari warganet di media sosial. Tercatat konten menyesatkan ini telah meraih lebih dari 484 tanda suka, 319 komentar, dan telah dibagikan ulang sebanyak 36 kali oleh pengguna lain.

Menanggapi hal tersebut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) segera melakukan verifikasi mendalam menggunakan kata kunci terkait ke mesin pencarian Google. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah benar terdapat dasar hukum atau pernyataan resmi mengenai perselisihan antara Presiden dan pejabat terkait.

Mengutip laman Turnbackhoax.id, penelusuran tim mengarahkan pada sejumlah artikel klarifikasi yang membuktikan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta. Salah satu temuan merujuk pada artikel dari turnbackhoax.id tertanggal 7 Februari 2026 yang menyatakan bahwa kabar Presiden marah atas proyek Bandara IMIP adalah informasi palsu.

Mengenai isu banjir di Sumatra, tim juga menemukan laporan dari bbc.com yang diterbitkan pada 1 Desember 2025. Berita tersebut hanya berisi desakan masyarakat sipil agar pemerintah menetapkan status bencana nasional, bukan menunjukkan adanya perselisihan antara Presiden Prabowo dan Luhut.

Sepanjang proses investigasi, tidak ditemukan satu pun sumber kredibel yang membenarkan adanya rencana pemenjaraan atau kemarahan Presiden kepada Luhut. Seluruh narasi yang dibangun dalam video tersebut terbukti tidak selaras dengan fakta yang ada di lapangan.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, unggahan video dengan narasi “Prabowo bakal penjarakan Luhut” resmi dikategorikan sebagai konten palsu. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten tersebut dan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum membagikannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....