Penipuan Modus Bantuan Purna Bakti Pensiunan PNS Marak di Facebook
- 29 Agt 2026 22:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Penawaran bantuan finansial dan fasilitas sosial yang menyasar para purnawirawan aparatur negara kembali beredar di media sosial Facebook. Sebuah unggahan dari akun "Satira Edriyani" membagikan gambar yang mengklaim adanya pendaftaran Program Bantuan Sejahtera Purna Bakti 2026.
Pengunggah menjanjikan pelbagai bentuk apresiasi mulai dari bantuan uang tunai, renovasi rumah, hingga paket sembako gratis bagi pensiunan PNS. Narasi tersebut menyertakan alamat situs web buatan untuk mengarahkan korban melakukan pengecekan data secara mandiri.
Meskipun menyasar segmen khusus, unggahan ini sempat memancing perhatian belasan puluhan warganet yang memberikan tanda suka dan komentar. Kebanyakan warganet tidak menyadari bahwa tautan yang dicantumkan pada profil pembuat konten sama sekali tidak terafiliasi dengan lembaga pemerintah.
Melansir laman Turnbackhoax.id, hasil pengujian teknis terhadap gambar pratinjau dalam unggahan menunjukkan indikasi kuat penggunaan rekayasa kecerdasan buatan. Perangkat pendeteksi AI mengonfirmasi bahwa visual yang digunakan diproduksi menggunakan teknologi AI dengan tingkat kepastian mencapai 99,9 persen.
Saat tautan asing tersebut dibuka, pengunjung diarahkan ke halaman formulir digital yang meminta penginputan identitas lengkap hingga nomor Telegram. Pengumpulan data sensitif pada situs domain non-pemerintah ini ditengarai kuat sebagai modus phishing atau peretasan akun pribadi.
Penelusuran pada portal resmi PT Taspen maupun kementerian terkait mempertegas bahwa tidak pernah ada program bernama Bantuan Sejahtera Purna Bakti 2026. Seluruh jaminan hari tua dan hak pensiun aparatur sipil negara disalurkan secara resmi melalui skema baku tanpa formulir pendaftaran terbuka di Facebook.
Guna mencegah risiko kejahatan siber, masyarakat mengimbau para lansia dan keluarga pensiunan untuk mengabaikan iming-iming bantuan dari situs web tidak resmi. Seluruh klaim pendaftaran bantuan purna bakti yang menguras data pribadi tersebut dipastikan sebagai konten buatan (fabricated content).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....