Kreasi Kipas Batik
- 14 Agt 2026 18:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia terus berkembang dan hadir dalam berbagai bentuk produk kreatif. Salah satunya adalah kipas batik yang tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga memiliki nilai seni dan budaya yang menarik.
Kipas batik unik karya Hanimun Souvenir, sebuah UMKM dari Karang Anom, Klaten, yang dimiliki oleh Nur Hanifah. Kipas ini berbeda dari kipas tradisional bambu karena menggunakan kain batik dan kawat baja khusus yang lentur, sehingga dapat dibuka lebar untuk menghasilkan angin dan dilipat hingga seukuran telapak tangan. Ukurannya sekitar 33 × 27 cm saat terbuka, sehingga praktis dibawa di tas atau digunakan saat bepergian.
Usaha ini dikembangkan sejak 2018, berawal dari pemanfaatan perca atau limbah kain batik. Seiring perkembangan usaha, Honeymon Souvenir juga menggunakan kain batik premium dan menyediakan berbagai pilihan, termasuk gagang plastik, kain, kulit, serta kemasan pouch” ucap Nur Hanifah Owner Hanimun Souvenir Karanganom, Klaten di Beranda Astacita Senin 10 Agustus 2026 yang dipandu Riandani Surya.
Produk dapat dibuat custom, misalnya dengan pilihan motif, desain, atau nama pasangan untuk souvenir pernikahan maupun kebutuhan perusahaan.Salah satu keunggulan produk adalah pemilihan motif batik yang tidak hanya indah tetapi juga memiliki filosofi. Motif seperti Sidomukti misalnya, sering digunakan untuk pernikahan karena memiliki makna keharmonisan, keselarasan, dan kehidupan rumah tangga yang baik. Karena itu, kipas batik dinilai cocok sebagai souvenir pernikahan, hadiah, maupun cendera mata khas Indonesia untuk dibawa ke luar negeri.
Harga kipas berkisar Rp15.000 untuk jenis dasar hingga sekitar Rp30.000 untuk versi premium. Untuk produk custom pernikahan biasanya minimal pemesanan 50 buah, sedangkan produk printing minimal 100 buah. Produksi melibatkan pengrajin dan tim administrasi serta packing, dengan kapasitas jenis tertentu mencapai sekitar 200 buah per hari.
Pasarnya tidak hanya di Indonesia. Produk telah dikirim ke berbagai negara seperti Jerman, Belanda, Swedia, Jepang, dan Malaysia, terutama untuk diaspora Indonesia yang ingin menghadirkan unsur budaya Indonesia dalam acara pernikahan atau sebagai hadiah. Honeymon Souvenir juga melihat peluang besar di pasar luar negeri karena produk kerajinan dan batik Indonesia memiliki nilai budaya yang kuat.
Dalam menghadapi persaingan, strategi utama yang dilakukan adalah memperkuat promosi melalui media sosial, menyediakan produk custom, menjaga kualitas, dan meningkatkan pelayanan serta after-sales. Pengalaman menerima komplain atas kualitas printing pada sebuah pesanan justru menjadi pembelajaran untuk mencari vendor yang lebih baik dan meningkatkan standar produk.
Nur Hanifah optimistis kipas batik dapat menjadi produk unggulan UMKM sekaligus sarana memperkenalkan budaya Indonesia ke mancanegara. Ke depan, ia berharap dapat memproduksi sendiri di Klaten, menambah tenaga kerja dari masyarakat sekitar, dan memperluas pasar ekspor.
Masyarakat perlu bangga dan mendukung produk lokal, khususnya batik. Bagi calon pelaku UMKM, Nur Hanifah berpesan agar tidak takut memulai usaha, berani mencoba, mengevaluasi kesalahan, dan terus berinovasi agar produk tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman. ( Ria )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....