Foto Demo Besar Boikot Pajak di Facebook Merupakan Gambar AI

  • 30 Jul 2026 20:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Jagat media sosial Facebook kembali ramai oleh unggahan gambar manipulatif dari akun "Sandin Kamar" yang menampilkan aksi demonstrasi berskala besar. Dalam visual tersebut, tampak kerumunan massa membentangkan spanduk bernuansa provokatif dengan tulisan "BAIKOT PAJAK STOP BAYAR PAJAK" yang disertai narasi kecaman terhadap jajaran pejabat pemerintah.

Unggahan yang beredar sejak awal Juli ini berhasil menyita perhatian publik hingga mengumpulkan ribuan respons interaktif di ruang siber. Hingga akhir Juli, konten sarat sentimen tersebut telah mengantongi lebih dari 2000 tanda suka, dan 740 komentar, serta dibagikan ulang sebanyak ratusan kali oleh pengguna internet.

Memperhatikan adanya kejanggalan visual yang terkesan tidak natural, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo langsung mengambil langkah verifikasi teknis. Pengujian keaslian gambar dilakukan dengan mengunggah materi foto tersebut ke platform deteksi kecerdasan buatan, Hive Moderation.

Dilansir dari laman TurnBackHoax, hasil pemindaian sistem pendeteksi AI mengonfirmasi kebohongan visual tersebut secara mutlak dengan tingkat probabilitas mencapai 99 persen buatan mesin. Angka tersebut membuktikan bahwa kerumunan massa beserta spanduk ajakan boikot pajak dalam foto merupakan produk rekayasa generatif murni, bukan peristiwa nyata.

Pembuktian lapangan turut dilakukan dengan menelusuri pemberitaan media arus utama menggunakan kata kunci terkait aksi unjuk rasa sepanjang Juli 2026. Penelusuran di mesin pencari Google tidak menemukan satu pun warta kredibel maupun laporan kepolisian mengenai keberadaan demo gerakan boikot pajak tersebut.

Berdasarkan fakta-fakta digital yang berhasil dihimpun, klaim dokumentasi demonstrasi menolak pajak ini dipastikan sebagai konten buatan. Penyebaran gambar rekaan ini sengaja memanfaatkan isu kemasyarakatan yang sensitif demi memicu keresahan publik serta membenturkan masyarakat dengan pemerintah.

Maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan rekayasa visual aksi massa kini menjadi tantangan baru dalam menjaga kondusivitas ruang digital. Oleh sebab itu, kecermatan publik dalam mengamati kejanggalan detail foto serta melakukan cek fakta secara mandiri sangat diperlukan sebelum menyebarkan sebuah berita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....