Klaim Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM ternyata Palsu
- 30 Mei 2026 21:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah unggahan di media sosial Facebook baru-baru ini memicu perbincangan hangat di kalangan warganet terkait keaslian rekam jejak akademis Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Akun bernama "Herman Syachh" membagikan sebuah foto yang disertai narasi klaim bahwa Jokowi telah resmi dinobatkan sebagai salah satu alumni terbaik oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hingga akhir Mei 2026, antusiasme publik terhadap unggahan tersebut cukup tinggi dengan meraup ratusan tanda suka serta ratusan komentar yang beredar. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam, narasi yang dibangun dalam unggahan tersebut terindikasi kuat sebagai informasi yang menyesatkan.
Dilansir dari website TurnBackHoax, Tim pemeriksa fakta Mafindo telah melakukan verifikasi dengan menggunakan kata kunci relevan di mesin pencarian digital. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun dokumen atau publikasi resmi dari pihak rumpun akademika UGM yang mendukung klaim tersebut.
Sebaliknya, arsip digital justru mengarah pada peristiwa unik yang terjadi pada akhir tahun 2023 silam di lingkungan kampus tersebut. Saat itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM justru membentangkan spanduk besar yang memberikan predikat simbolik bernada kritik tajam kepada sang mantan presiden.
Ketua BEM KM UGM kala itu, Gielbran Muhammad Noor, menyerahkan sertifikat bertuliskan "alumnus UGM paling memalukan" sebagai bentuk protes atas dinamika politik nasional. Penyerahan simbolis tersebut dilakukan di Bundaran UGM kepada seorang teatrikal yang mengenakan topeng wajah Jokowi.
Mengenai foto yang dicatut oleh akun Facebook tersebut, tim menemukan bahwa dokumentasi itu diambil dari arsip pemberitaan Harian Jogja. Foto asli tersebut merupakan momen saat Jokowi menghadiri Rapat Senat Terbuka Fakultas Kehutanan UGM dalam rangka Dies Natalis pada Oktober 2025.
Berdasarkan seluruh bukti yang dihimpun, narasi tentang penghargaan "alumni terbaik" ini jelas jauh dari fakta. Foto kunjungan formal diubah narasi sedemikian rupa untuk menciptakan opini publik yang keliru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....